Penyebab Kerusakan di Bumi


Berkata imam ibnul Qoyyim pada kitab Zadul Maad(4/329)

Barang siapa yang memiliki pengetahuan tentang keadaan alam ini dan juga awal kejadiannya, maka dia akan mengetahui apa yang telah menyebabkan seluruh kerusakan yang terjadi di udara, di darat, di laut dan juga kerusakan yang terjadi pada penghuninya. Dan senantiasa perbuatan anak adam, juga penyalisihan mereka terhadap perintah perintah para utusan telah menyebabkan berbagai kerusalan secara khusus maupun secara umum, yang hal itu akan mendatangkan berbagai jenis penyakit, paceklik, kekeringan dan juga dicabutnya keberkahan hasil bumi yang musibah musibah tersebut datang silih berganti.

Apabila engkau tidak puas dangan pemaparan ini, maka cukuplah bagimu firman Alloh:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [٣٠:٤١]

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Sesungguhnya ayat ini menerangkan tentang perubahan pada alam semesta. Maka samakanlah antara yang terjadi di alam ini dengan ayat tersebut. Setiap kali manusia berbuat dzolim, Alloh taala akan menimpakan berbagai ketimpangan. Entah itu terjadi pada buah buahan, lingkungan hidup, kesehatan mereka juga pada akhlak mereka.

Sungguh dahulu biji biji gandum dan selainnya lebih besar dan lebih bagus dari yang ada sekarang. Demikian juga keberkahannya lebih besar. Imam Ahmad telah meriwayatkan dengan sanadnya, bahwasanya dia mendapati sebuah kantong di gudang penyimpanan hasil bumi milik Bani Umayyah yang didalamnya ada biji gandum sebesar isi kurma.Tertulis pada kantong tersebut “ini adalah yang tumbuh di zaman yang penuh keadilan”.

Dan kebanyakan berbagai macam penyakit dan kerusakan yang menyeluruh adalah sisa sisa dari adzab yang telah Alloh timpakan kepada umat umat terdahulu. Kemudian sisa adzab tersebut akan selalu mengintai dan akan menimpa orang orang yang berbuat seperti perbuatan umat umat terdahulu sebagai balasan yang setimpal dan putusan yang adil.

Dalam hal ini Rosululloh alaihissalam telah mengisyaratkan dengan sabda –Nya pada masalah Tho’un

إنّهُ بَقِيّةُ رِجْزٍ أَوْ عَذَابٍ أُرْسِلَ عَلَى بَنِي إسْرَائِيلَ

Demikian juga Alloh juga telah menimpakan angin kepada suatu kaum tujuh malam delapan hari. Kemudian Alloh menyisakannya, dan pada yang semisalnya terdapat nasehat dan pelajaran.

            Sungguh Alloh taala telah menjadikan tiap tiap perbuatan baik dan buruk  sebuah akibat dan pengaruh pada alam ini sebagai kensekuensi yang pasti terjadi. Maka Alloh menjadikan penahanan zakat dan sodaqoh menjadi sebab tertahannya hujan, kekeringan dan paceklik. Menjadikan perbuatan dzolim kepada orang miskin, pengurangan timbangan dan juga penindasan terhadap orang orang lemah sebagai sebab berkuasanya para pemimpin yang dzolim yang mereka tidak menaruh sedikitpun belas kasihan terhadap orang orang lemah. Ini sesungguhnya adalah wujud kedzoliman rakyat  yang  Alloh tampakkan pada diri para pemimpin mereka. Kerena sesungguhnya Alloh dangan hikmahnya membalas setiap perbuatan dengan balasan yang semisalnya. Kadang kadang berupa kekeringan, ada kalanya diserang olah musuh yang mereka tidak sanggup melawannya, juga kadang dikuasakan atas mereka  penguasa yang dzolim. Kadang juga dikuasakan syetan atas mereka yang membisikkan kepada perbuatan perbuatan yang mendatangkan adzab. Sebagai sebab terelisasinya takdir mereka, sehingga meka barjalan sesuai dengan apa yang Alloh takdirkan atas mereka. Maka orang yang berakal akan bisa memikirkan kejadian kejadian alam ini, sehingga dia mengetahui akan keadilan Alloh subhanahu wataala. Sehingga tatkala itu akan jelas baginya bahwasanya hanya Para Utusan dan pengikut mereka sajalah yang berada diatas jalan selamat. Sementara orang orang selain mereka berjalan menuju kebinasaan. Sasungguhnya Alloh telah menjelaskan perkaranya,maka tidak ada yang bisa menghindar dari,Wabillahit taufiq

 

Penyusun : Ustad Abu Khotob

3 Komentar (+add yours?)

  1. abu saad
    Apr 26, 2011 @ 10:15:41

    Matur suwun ustadz

    Balas

  2. iqbal
    Mei 01, 2011 @ 07:33:24

    mas ijin copas maktabah syamilah di linuk ya?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tulisan Terpopuler

%d blogger menyukai ini: