Hak Suami Terhadap Istri


Hak-Hak Suami Menurut Syari’at Islam[1]

Keluarga laksana batu pertama dari sebuah bangunan masyarkat. Apabila keluarga baik maka baiklah masyarakat tersebut, demikian juga sebaliknya apabila keluarga rusak maka rusaklah masyarakat itu. Oleh karena itu islam memberi perhatian yang cukup besar dalam masalah ini. Sebagaimana Islam juga mengatur hal-hal yang dapat menjamin keselamatan dan kebahagian keluarga tersebut.

Islam mempermisalkan keluarga seperti suatu lembaga yang didirikan atas kerjasama antara dua orang. Penanggung jawab utama adalah suami yang berperan sebagai pemimpin yang bertanggung jawab mempertahankan dan membahagiakan lembaga tersebut[2]. Sedangkan istri sebagai rekan kerjanya juga ikut serta membantu tercapainya tujuan yang ingin digapainya. Dengan sebab inilah pada pembahasan kali ini kita angkat tema yang sangat penting yaitu hak suami yang harus ditunaikan oleh seorang istri.Semoga Alloh q memberikan taufiknya kepada kita semua,amin.

Tunaikanlah Hak Tersebut Pada Ahlinya.

Orang yang bijak adalah orang yang selalu menunaikan dan memberikan hak pada ahlinya. Cermatilah kisah yang terjadi pada zaman Rosululloh n. Pada suatu hari sahabat yang mulia Salman al Farisyi a menziarahi Abu Darda’a (keduanya dipersaudarakan oleh Rosululloh n). Kemudian Abu Darda’a menemuinya dengan membawa makanan seraya berkata: “Makanlah sedangkan saya sedang puasa (puasa sunnah). Maka berkatalah Salman a padanya: “Saya tidak akan makan hingga engaku makan bersamaku”, akhirnya Abu Darda’a ikut makan bersamanya. Pada malam harinya ia bangkit untuk sholat malam tapi Salmana mencegahnya dan berkata padanya: “Tidurlah”. Maka ia tidur lantas ia bangun lagi untuk sholat malam namun Salman a mencegahnya lagi dan menyuruhnya tidur kembali. Tatkala akhir malam tiba Salman a membangunkan Abu Darda’a, keduanya lantas sholat malam lalu Salman a berkata kepadanya: “Sesungguhnya Robmu punya hak, badanmu juga punya hak, istrimu juga punya hak, maka tunaikan dan berikanlah masing-masing hak itu pada ahlinya”. Tatkala Rosululloh n mendengar kisah tersebut beliau membenarkan Salman a[3]. Demikianlah generasi mulia dalam beragama, mereka memberikan hak pada setiap orang yang berhak menerimanya, tidak berlebihan dan tidak mendzolimi yang lainnya.

Agungnya Hak Suami

Wahai saudariku para istri dan calon istri, ketahuilah bahwasanya hak seorang suami itu sangat besar nan agung. Hal ini digambarkan oleh nabi n dalam sabdanya:

“Hak suami atas istrinya (kewajiban istri) kalau seandainya terdapat luka pada tubuh suaminya lantas istri menjilatinya maka tidaklah ia (sudah) menunaikan haknya”.(HR.Ahmad: 12949 di shohihkan Al Albani dalam Shohih al Jami’: 3148) lebih dari itu jikalau boleh seorang manusia sujud kepada selain Alloh maka niscaya seorang wanita akan diperintah sujud pada suaminya karena saking agungnya hak seorang suami.[4] Begitulah agungnya hak seorang suami. Seorang wanita muslimah yang cerdas lagi taat ia akan mengagungkan apa yang diagungkan Alloh q dan Rosul-Nya. Ia akan memuliakan suaminya dengan sebenar-benar kemuliaan. Ia akan bersungguh-sungguh dalam menunaikan hak suaminya.

Hak suami yang harus dipenuhi seorang istri

Wahai saudariku para istri dan calon istri, ketahuilah bahwasanya banyak sekali hak suami yang tidak diketahui atau dilupakan oleh kaum wanita terutama pada akhir zaman ini. Sehingga hak suami yang agung tersebut terlantar yang akhirnya mereka hanya bisa gigit jari tidak bisa merasakan indah dan manisnya. Diantara hak-hak suami yang mulai dilupakan istri adalah:

  1. Mentaati semua perintahnya (selama perintahnya tidak melanggar syariat). Wahai saudariku, ketahuilah bahwa ketaatanmu pada suamimu adalah kunci bagi anda untuk masuk surga. Sebagaimana sabda Nabi:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Artinya: “Apabila seorang wanita telah sholat lima waktu, berpuasa pada waktunya, menjaga farjinya, dan mentaati suaminya maka dikatakan baginya: masuklah kedalam surga dari pintu manapun yang engkau kehendaki”. (HR.Ahmad: 1683 dishohihkan Al Albani dalam Shohih al Jami’: 662)

  1. Menjaga kehormatan dan kemuliaan suami, menjaga hartanya, anak-anaknya, dan mengurus semua urusan rumah tangganya. Sebagaimana sabda nabi: “Seorang wanita adalah pemimpin dirumah suaminya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya”.(HR.Bukhori: 893)[5]
  2. Senantiasa berhias untuk suami, tersenyum, ceria dihadapannya dan tidak menampakkan sesuatu yang tidak disuakai suaminya. Rosululloh bersabda: “Sebaik-baik wanita adalah yang apabila seorang suami memandangnya menyenangkannya….”. (HR.Thobroni di shohihkan al Albani dalam Shohih al Jami’: 3299) Wahai saudariku, semoga Alloh q menunjukimu ke jalan-Nya yang lurus, berdandan dan berhiaslah dihadapan suamimu, buatlah wajah anda selalu ceria ketika melihatnya karena hal itu bisa membuahkan kasih sayang yang menguatkan ikatan tali kasih serta melanggengkannya. Janganlah anda termasuk diantara wanita yang mereka berhias dan berdandan dengan berlebihan ketika keluar rumahnya namun mereka berdandan alakadarnya ketika dihadapan suaminya. Wahai saudariku bertakwalah pada Alloh q, suamimu adalah orang yang paling berhak untuk  anda berdandan dan berhias dihadapannya.
  3. Hendaknya ia senantiasa berada dirumah suaminya, tidak keluar darinya walaupun ke masjid kecuali atas izinnya. Alloh berfirman yang artinya:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu….”.(QS.Al Ahzab[33]:33)

Syaikhul Islam v berkata: “Tidak halal bagi seorang istri keluar rumah tanpa seizin suaminya, apabila ia keluar tanpa izinnya maka ia telah durhaka pada suaminya, maksiat terhadap Alloh q dan Rosulnya sehingga berhak untuk mendapatkan hukuman”.[6] Wahai saudariku, yakinlah bahwasanya apa yang diperintahkan Alloh q pasti membawa kebaikan di dunia maupun di akhirat, demikian juga sebaliknya setiap yang dilarang Alloh q pasti mengandung kerusakan dan kesengsaraan baik didunia maupun di akhirat.

  1. Tidak berpuasa sunnah kecuali dengan izinnya. Rosululloh n bersabda:

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِه

Artinya: “Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sedangkan suaminya hadir di hadapannya, kecuali dengan izinnya”. (HR.Bukhori: 5195)

Jumhur ulama berpendapat bahwa haram hukumnya jika istri puasa sunnah sedangkan suami tidak mengizinannya. Imam Nawawi menjelaskan sebab pengharamannya ini karena suami berhak bersenang-senang (berhubungan badan) disetiap waktu, dan haknya wajib untuk ditunaikan dan tidak terhalang oleh yang sunnah.[7]

  1. Seorang istri hendaknya ridho dengan pemberian suami walaupun sedikit.[8] Wahai saudariku, semoga Alloh q memberkatimu, terimalah pemberian suamimu dengan lapang dada, jangan meminta dan menuntut sesuatu diluar batas kemampuannya. Janganlah menambahi beban beratnya dengan tuntutan-tuntutan anda. Jadilah anda istri yang qona’ah (menerima apa adanya) Tengoklah cerminan ummat ini, lihatlah istri-istri nabi dan istri para sahabat yang mulia, amatilah bagaimana kehidupan mereka, tauladanilah mereka, janganlah anda meneladani wanita-wanita yang menyusahkan suaminya dan tidak puas dengan pemberian suaminya.
  2. Berkeinginan kuat untuk menjaga  kelangsungan hidup rumah tangganya. Tidak sepatutnyalah seorang istri meminta cerai kepada suaminya tanpa ada alasan yang syar’i. Hendaknya bagi seorang istri menjaga kelestarian rumah tangganya dengan suaminya tersebut. Rosululloh n mengancam bagi seorang istri yang meminta cerai tanpa alasan syar’i dengan sabdanya: “Wanita manapun yang meminta cerai kepada suaminya tanpa sebab dan alasan maka haram baginya baunya surga”. (HR.Abu Dawud: 1899 di shohihkan oleh al Albani dalam shohih Sunan Abi Dawud: 2226)

Nasihat

Wahai saudariku muslimah -semoga Alloh q membimbing kita di atas jalan-Nya yang lurus-  inilah beberapa hak suami anda yang wajib bagi anda untuk bersungguh-sungguh dalam menunaikannya, karena hal itu akan membentuk keluarga sakinah, mawaddah dan rohmah yang akan terbentuk darinya masyarakat yang baik. Bahagiakanlah suami anda sehingga ia betah dirumah dan berusahalah supaya ia bisa berkata rumahku adalah surgaku.

Wahai saudaraku para suami -semoga Alloh q menolong kita dalam memikul tampuk kepemimpinan yang berat ini- sadarilah bahwa istri anda bukanlah seorang  malaikat yang luput dari lupa dan kesalahan, akan tetapi ia adalah manusia biasa yang kadang lupa dan berbuat salah. Lapangkan dadamu dan maafkanlah mereka jika mereka berbuat salah sehingga tidak bisa memenuhi semua hak anda.[9]

Wahai saudariku para ibu -semoga Alloh q menolong anda dalam mendidik anak perempuan anda- Jadilah anda seperti Umamah binti al Harits s seorang ibu yang cerdas dan bijak yang menasihati anaknya Ummu Iyas binti Auf asy Syaibani  disaat tiba waktu pembongannya.[10] Jangan biarkan mereka berpisah dengan anda begitu saja tanpa membekalinya dengan nasihat-nasihat yang bisa melestarikan dan membahagiakan keluarga mereka.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

5610 .خير النساء من تسرك إذا أبصرت و تطيعك إذا أمرت و تحفظ غيبتك في نفسها و مالك .

تخريج السيوطي ( طب ) عن عبدالله بن سلام .تحقيق الألباني ( صحيح ) انظر حديث رقم : 3299 في صحيح الجامع .

Sumber : Buletin Al Furqon


[1] Penulis banyak mengambil faidah dari al Wajiz kar.Syaikh Abdul Adzim bin Badawi dan Shohih Fiqh Sunnah kar.Syaikh Abu Malik dan beberapa referensi lainnya.

[2] QS.An Nisa’ [4]: 34

[3] HR.Bukhori no.1968

[4] HR.Tirmidzi: 1159, Ibnu Hibban: 1291 di shohihkan Al Albani dalam Ash Shohihah: 1203

[5] Baca surat al Ahzab[33]: 53, an Nisa'[4]: 34

[6] Majmu’ Fatawa 8: 370

[7] Fath al Bari: 14:488

[8] Baca surat ath Tholaq[65]: 7

[9] Baca surat At  Taghobun[64]: 14

[10] al Wajiz: 304

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tulisan Terpopuler

%d blogger menyukai ini: