Istiqomah Dalam Beramal Sholih


Alhamdulillah, kita masih diberi karunia oleh Alloh Aja wa jalla kesehatan dan keimanan. Pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai sesuatu yang sangat agung sekali dalam syari’at yang sangat mulia ini, yaitu ISTIQOMAH dalam beramal sholih. Karena sangat agungnya Rosululoh Sholallohu ‘alaihi wasallam memberikan wasiat istiqomah ini pada sahabat mulia Sufyan bin Abdulloh yang meminta nasehat pada Beliau : ”Wahai Rosululloh katakanlah padaku suatu perkataan yang aku tidak akan bertanya lagi pada selain Engkau”. Lantas beliau menjawab : “Katakanlah aku beriman kepada Alloh dan beristiqomahlah”.(HR.Muslim : 62) Kalimat yang pendek tapi mengandung makna yang sangat mendalam lagi mencakup seluruh ajaran islam ini.
Wahai kaum muslimin -semoga Alloh memberikan taufiq-Nya pada kita- tema ini kami angkat karena melihat kenyataan yang menyedihkan terpampang dihadapan kita dewasa ini, dimana kaum muslimin sangat giat beribadah pada bulan Romadhon tetapi tatkala bulan itu meninggalkan mereka, merekapun juga mulai meninggalkan amal ibadah mereka. Kita tidak melarang orang beribadah pada bulan itu akan tetapi yang perlu disoroti adalah berhentinya mereka dari beramal kebajikan seiring dengan berlalunya bulan Romadhon yang mulia ini. Seakan-akan bulan Romadhon tersebut tidak membawa pengaruh sama sekali dalam amalan dan kepribadian mereka. Wallohul musta’an.
Definisi Istiqomah
Secara bahasa istiqomah bermakna lurus dan rata.( Lihat Lisanul ‘Arob karya Ibnul Mandzur 12:498). Sedangkan secara istilah sebagaimana yang dikatakan Ibnu Rojab adalah : jalan yang lurus, yaitu ad-Diinul Qayyim tanpa adanya kepincangan baik ke kanan maupun ke kiri dan mencakup segala bentuk keta’atan kepada Allah, baik yang bersifat lahiriyah maupun bathiniyah serta meninggalkan semua larangan-larangan-Nya. (Jami’u al Ulum wa al Hikam karya Ibnu Rojab Al Hanbali 1:510)
Hukum Istiqomah
Hukum istiqomah dalam amal sholih adalah wajib. Berdasarkan firman Alloh Ta’ala :
Maka beristiqomahlah (tetaplah kamu pada jalan-Nya yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu ….(QS.Hud [11] :112)
Keistimewaan dan keutamaan istiqomah dalam beramal sholih.
1. Malaikat akan melindunginya, akan dimasukkan surga serta mendapat segala apa yang dia ingikan.
Berdasarkan firman Alloh yang artinya : Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Robb kami ialah Allah” Kemudian mereka istiqomah (meneguhkan pendirian mereka), Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu”. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta” (Fussilat [41] : 30-31)
2. Akan mendapat kecintaan Alloh.
Rosululloh bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam shohihnya, artinya: “Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku cintai daripada kewajiban yang Aku embankan kepadanya, dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnat sehingga Aku mencintainya”. (HR.Bukhori: 6502)
3.Tercegah dari perbuatan mungkar.
Seseorang yang senantiasa beramal sholih akan melatih jiwa untuk memerangi racun syahwat dan menghalanginya dari perbuatan yang tidak layak baginya. Alloh menyebutkan salah satu manfaat sholat dalam firman-Nya :
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. (QS.Al Ankabut [29] :45)
4.Tetap ditulis pahalanya sekalipun berhalangan untuk mengerjakannya.
Apabila orang yang senantiasa mengerjakan amal sholih pada suatu ketika berhalangan untuk mengerjakannya maka Alloh tetap menulis pahala amalan yang biasa ia kerjakan dikala lapang. Sebagaimana keterangan Rosululloh : “Apabila seorang hamba sakit atau sedang bepergian, akan tetap ditulis pahalanya seperti ketika ia sehat atau mukim”. (HR.Bukhori: 2996)
Kiat-kiat untuk meraih istiqomah dalam beramal sholih.
1. Memperbanyak taubat dan senantiasa istighfar.
Karena hal itu dapat menambah kekuatan untuk beristiqomah dalam beramal sholih. Renungkanlah firman Alloh yang artinya : “Mohonlah ampun kepada Robbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS.Huud [11] : 52)
2. Memilih amal sholih sesuai dengan kesanggupan.
Amalan sholih itu beraneka ragam macamnya, maka pilihlah suatu amalan yang engkau sanggupi dan mampu untuk beristiqomah di dalamnya walupun hanya sedikit. Generasi salaf duhulupun juga seperti itu, mereka ada yang banyak mengerjakan sholat malamnya, yang lain banyak dzikir dan tasbihnya, dan masih banyak yang lain. Akan tetapi itu semua tidak berarti mngkhususkan suatu amalan tertentu dan meninggalkan amalan lainnya. Yang benar memperbanyak sutau amalan yang kita pandang mampu beristiqomah didalamnya dengan tidak meninggalkan amalan lainnya.
3. Jangan memberatkan diri.
Tidak dipungkiri lagi, memang tabiat jiwa itu senang terhadap hawa nafsu dan mudah bosan terhadap sesutau. Lebih-lebih jika seseorang memberatkan diri untuk mengerjakan suatu amalan yang sebenarnya tidak ia mampui tapi ia paksakan dirinya untuk mengerjakannya. Bahkan mungkin ia akan meninggalkannya secara keseluruhan. Misalkan, kalau belum mampu sholat malam sebelas rokaat kerjakan satu atau tiga rokaat dulu yang penting bisa rutin setiap hari, serta berlatihlah untuk menambahnya jika dirasa mampu.
4. Melihat bagaimana generasi salaf dalam beramal sholih.
Sebaik-baik manusia adalah pada masa Rosululloh kemudian setelahnya kemudian setelahnya. Itulah generasi terbaik ummat ini. Mereka paling bersemangat dalam beramal sholih dan beristiqomah di dalamnya. Lihatlah sahabat mulia ‘Ali bin Abi Tholib beliau tidak pernah meninggalkan membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali dan takbir 34 kali sebelum tidur walaupun ketika perang shiffin. (sebagaimana riwayat Imam Bukhori :6318 Muslim : 2727) Dan masih banyak kisah-kisah yang lainnya
5. Mengambil pelajaran dari orang yang tidak beristiqomah dalam beramal sholih.
Jadikanlah yang demikian itu sebagai pelajaran untuk tidak menirunya. Karena orang yang tidak bisa istiqomah dalam beramal sholih termasuk orang yang tercela. Perhatikanlah sabda Nabi yang artinya :
“Wahai Abdulloh janganlah seperti si fulan dia dulu mengerjakan sholat malam tetapi kemudian meninggalkannya”. (HR.Bukhori : 1152). Dan sejelek-jelek orang adalah orang yang tidak mengenal Robbnya kecuali hanya pada bulan Romadhon saja.
6. Berdo’alah kepada Alloh.
Manusia adalah makhluk yang lemah. Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Alloh. Hidayah serta taufiq hanyalah milik Alloh semata, maka perbanyaklah memintanya, supaya Alloh menolong kita dalam beribadah kepada-Nya serta beristiqomah di dalamnya. Diantara do’a yang bisa dibaca adalah do’a yang pernah diajarkan Rosululloh pada sahabat mulia Mu’ad bin Jabal yaitu :
اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
“Ya Alloh, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu dan memperbagusi ibadah kepadamu”. (HR.Abu Dawud :1522, Nas’I 3/53, Ahmad 4/338) dishohihkan Albani dalam Shohih Sunan Abu Dawud : 1522)
Atau do’a yang biasa di baca Hasan Al Bashri ketika membaca Surat Fushshilat [41] ayat 31 yaitu:
اللهم أنت ربنا فارزقنا الاستقامة
“Ya Alloh, Engkau adalah Robb kami, berikanlah kepada kami istiqomah dalam amal sholih” (Lihat tafsir Ibnu Ath Thobari 12:115)
Wahai saudaraku-semoga Alloh menunjuki kita kejalan-Nya yang lurus- ketahuilah, meskipun kita sudah berusaha istiqomah pasti ada beberapa hal yang masih kurang, yang belum kita kerjakan. Oleh kerena itu kita diperintahkan untuk selalu istighfar (meminta ampunan) dan segera kembali kepada Alloh tatkala semangat kita mulai luntur. Renungkanlah firman Alloh yang artinya : “Maka istiqomahlah (tetaplah pada jalan yang lurus) menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya”. (QS.Fushshilat [41] : 6). (Lihat Jami’u al Ulum wa al Hikam karya Ibnu Rojab Al Hanbali 1:510). Serta perhatikan sabda Rosululloh yang artinya : “Bertakwalah kepada Alloh dimanapun engkau berada, dan ikutilah perbuatan jelek itu dengan kebaikan karena ia bisa menghapusnya”. (HR.Ahmad 5/153, Tirmidzi :1987 dihasankan oleh Albani dalam Shohih at Targhib : 3160). Wallohu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Tulisan Terpopuler

%d blogger menyukai ini: