<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Risalah07</title>
	<atom:link href="http://risalah07.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://risalah07.wordpress.com</link>
	<description>Belajar dan Beramal sesuai sunnah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Jul 2011 02:40:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='risalah07.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Risalah07</title>
		<link>http://risalah07.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://risalah07.wordpress.com/osd.xml" title="Risalah07" />
	<atom:link rel='hub' href='http://risalah07.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Terorisme ala Kafir Barat</title>
		<link>http://risalah07.wordpress.com/2011/07/06/terorisme-ala-kafir-barat/</link>
		<comments>http://risalah07.wordpress.com/2011/07/06/terorisme-ala-kafir-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2011 02:31:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risalah07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalah07.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[GLASGOW (Berita SuaraMedia) – Seorang pria kulit putih rasis pengusung semboyan supremasi kulit putih dijatuhi hukuman karena telah melontarkan ancaman keji akan meledakkan masjid utama Skotlandia dan juga ancaman untuk memenggal kepala umat Muslim. Neil MacGregor, yang mengakui kepada polisi bahwa dirinya adalah seorang rasis, pada persidangan awal memebenarkan bahwa dirinya mengancam untuk meledakkan masjid utama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=252&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/07/bom.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-254" title="bom" src="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/07/bom.jpg?w=161&#038;h=161" alt="" width="161" height="161" /></a></p>
<p>GLASGOW (Berita SuaraMedia) – Seorang pria kulit putih rasis pengusung semboyan supremasi kulit putih dijatuhi hukuman karena telah melontarkan ancaman keji akan meledakkan masjid utama Skotlandia dan juga ancaman untuk memenggal kepala umat Muslim.</p>
<p>Neil MacGregor, yang mengakui kepada polisi bahwa dirinya adalah seorang rasis, pada persidangan awal memebenarkan bahwa dirinya mengancam untuk meledakkan masjid utama Glasgow dan membunuh satu orang Muslim setiap minggunya hingga seluruh masjid di Skotlandia ditutup.</p>
<p>Yang membuat terkejut dan marah umat Muslim, plot teror yang direncanakan MacGregor hanya mendapat porsi pemberitaan yang sedikit sekali dari pers Skotlandia. Bahkan tidak ada sama seklai di media-media Inggris Raya.</p>
<p>Ada pula tuduhan mengenai standar ganda yang dilakukan oleh polisi dan pejabat berwenang karena MacGregor, 36, hanya dijatuhi tuduhan mengganggu kedamaian, bukannya tuduhan tindakan terorisme yang lebih serius.</p>
<p>&#8220;Coba bayangkan jika ada seorang Muslim Skotlandia yang mengancam untuk meledakkan katedral utama Glasgow dan memenggal kepala satu orang Kristen setiap minggunya hingga seluruh tentara Inggris ditarik keluar dari Irak dan Afghanistan,&#8221; kata Osama Saeed, direktur ekssekutif yayasan Islam Skotlandia dan seorang anggota senior partai nasional Skotlandia.</p>
<p>&#8220;Pasti hal tersebut akan langsung mendapatkan reaksi keras, disebut tindakan biadab, lalu dijadikan tajuk utama seluruh surat kabar di negara ini. Berita tersebut akan menjadi berita yang paling ramai dibahas.&#8221;</p>
<p>Namun dalam kasus tersebut, media baru meliput (dalam jumlah yang amat sangat minim) mengenai terorisme terhadap umat Islam Skotlandia tersebut setelah Saeed menelepon sejumlah kantor berita terkemuka dan setelah sebuah mosi dimasukkan ke parlemen Skotlandia.</p>
<p>Dalam mosi parlemen tersebut, Frank McAveety, seorang anggota partai buruh Parlemen dari Glasgow menyesalkan bahwa ancaman peledakan masjid pusat Glasgow dan ancaman pemenggalan kepala satu orang Muslim setiap minggunya tidak mendapatkan perhatian media, dia menyerukan kepada media untuk memastikan bahwa tindak terorisme semacam itu untuk tetap diliput, meski pelakunya adalah Kristen kulit putih.&#8221;</p>
<p>MacGregor menyebarkan ancamannya dalam sebuah email dan sebuah panggilan telepon kepada polisi kawasan Strathclyde tahun lalu.</p>
<p>Dalam emailnya, MacGrefor menuliskan: &#8220;Saya adalah seorang rasis yang bangga dengan pandangan saya, saya juga merupakan anggota front nasional&#8221; (sebuah organisasi ekstrimis sayap-kanan).</p>
<p>&#8220;Sebagai organisasi, kami telah memutuskan untuk menghadapi &#8220;ancaman&#8221; dari orang-orang Muslim dengan cara-cara kami sendiri, seperti halnya para leluhur kami.&#8221;</p>
<p>Seperti halnya penjahat, penculik, dan sampah masyarakat lainnya, setelah melontarkan kata-kata pembuka, dia menyampaikan tuntutan:</p>
<p>&#8220;Yang kami inginkan bukanlah hal besar. Tutup seluruh masjid di Skotlandia! Jika tuntutan kami tidak segera dipenuhi, paling lambat hari Jumat depan, maka kami akan menculik satu orang Muslim, lalu mengeksekusinya (memenggal kepalanya) dan rekaman video pemenggalan itu akan kami tayangkan di internet.&#8221;</p>
<p>&#8220;Setiap minggunya, kami akan menculik dan memenggal kepala satu orang Muslim jika tuntutan kami tidak dipenuhi.&#8221;</p>
<p>MacGregor kemudian menelepon polisi dan mengatakan bahwa dia telah menanamkan bom di masjid utama Glasgow. Mendengar hal tersebut, para polisi langsung bergegas menuju bangunan masjid tersebut, namun tidak menemukan apa-apa.</p>
<p>Bashir Maan, ketua masjid tersebut berkata: &#8220;Para polisi datang pada waktu senja dan mengevakuasi sekitar 100 orang jamaah. Mereka kemudian menggeledah seluruh bagian bangunan masjid. Komunitas Muslim Skotlandia merasa sangat resah pada waktu itu.&#8221;</p>
<p>Maan mengakui bahwa dirinya merasa terkejut ketika MacGregor hanya dijatuhi tuntutan mengganggu ketenteraman umum, bukannya tuntutan hukum yang jauh lebih berat.</p>
<p>&#8220;Hal tersebut jelas merupakan cerminan standar ganda dalam penggunaan hukum anti-teror,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Yayasan Islam Skotlandia melayangkan surat protes kepada Crown Office (sebuah departemen di bawah Jaksa Agung yang menangani masalah pelanggaran hukum di wilayah Skotlandia), menuntut jawaban mengapa MacGregor hanya dijatuhi tuduhan ringan.</p>
<p>&#8220;Kami sangat yakin jika yang melakukan hal tersebut adalah seorang Muslim, maka dia akan diperlakukan dengan berbeda oleh polisi dan pihak berwenang lainnya,&#8221; kata Saeed.</p>
<p>&#8220;MacGregor bisa dibilang beruntung karena persidangan tersebut dilakukan di pengadilan Sheriff, dan bukan pengadilan tinggi, dimana kasus-kasus terorisme biasanya diproses, tentunya dengan hukuman yang lebih berat, ketidakadilan ini harus dijelaskan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aparat hukum terlalu gampang melepaskan MacGregor, orang yang tidak waras yang memiliki khayalan berbahaya.&#8221;</p>
<p>Dalam sebuah pernyataan, Crown Office mengatakan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk menjatuhkan tuntutan gangguan ketertiban umum, yang dipicu oleh kebencian rasialis. &#8220;Keputusan tersebut diberikan setelah dengan seksama mempertimbangkan seluruh bukti dan situasi lapangan.&#8221;</p>
<p>Seorang juru bicara menambahkan: &#8220;Fakta-fakta mengenai kasus tersebut semakin memperjelas bahwa semuanya hanyalah ancaman bom omong kososng belaka, sama sekali tidak ada bukti motif atau tujuan terorisme.&#8221;</p>
<p>Umat Muslim membandingkan kasus MacGregor dengan Mohammed Atif Siddique, 22, yang dijatuhi hukuman penjara selama delapan tahun di Glasgow pada bulan September 2007, atas tuduhan &#8220;mengumpulkan informasi tentang terorisme dan menyebarkan hasutan teror&#8221; melalui internet.</p>
<p>Aamer Anwar, pengacara Siddique, mengecam: &#8220;Kenapa disaat seorang pria kulit putih terlibat dalam perencanaan tindak terorisme yang amat nyata, pihak berwajib tidak siap untuk menerapkan undang-undang anti-teror, tapi mereka tampak sangat siap jika Muslim yang dianggap bersalah?&#8221; (dn/tn) <a href="http://www.suaramedia.com/" target="_blank">www.suaramedia.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalah07.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalah07.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalah07.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalah07.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalah07.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalah07.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalah07.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalah07.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalah07.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalah07.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalah07.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalah07.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalah07.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalah07.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=252&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalah07.wordpress.com/2011/07/06/terorisme-ala-kafir-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/41dc65b4f50b87447ee1670e10320b4f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risalah07</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/07/bom.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Ajal Menjemputmu !!!</title>
		<link>http://risalah07.wordpress.com/2011/06/15/ketika-ajal-menjemputmu/</link>
		<comments>http://risalah07.wordpress.com/2011/06/15/ketika-ajal-menjemputmu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 06:16:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risalah07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nafs]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian Kholifah Abdul Malik bin Marwan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah kematian Imam Ahmad bin Hambal]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah seorang ahli ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalah07.wordpress.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana Engkau Menjalani Hidupmu Demikianlah Kondisimu Tatkala Ajal Menjemputmu…..!!! Nabi shallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda : يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ &#8220;Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya&#8221; (HR Muslim no 2878) Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ &#8220;Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=247&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4><span style="color:#ff0000;"><strong>Sebagaimana Engkau Menjalani Hidupmu Demikianlah Kondisimu Tatkala Ajal Menjemputmu…..!!!</strong></span></h4>
<p>Nabi shallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ</p>
<p><em>&#8220;Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya&#8221;</em> (HR Muslim no 2878)</p>
<p>Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ <em>&#8220;Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu&#8221;</em> (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami&#8217; As-Shogiir 2/859)</p>
<p>Para pembaca yang budiman… kita semua tahu bahwasanya kematian datang tiba-tiba…tidak peduli dengan kondisi seorang hamba apakah dalam keadaan ketaatan kepada Allah atau dalam keadaan sedang bermaksiat…, apakah dalam keadaan sakit ataupun dalam keadaan sehat… semuanya terjadi tiba-tiba…</p>
<p>Seorang penyair berkata :</p>
<p align="center">تَزَوَّدْ مِنَ التَّقْوَى فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِي***  إِذَا جَنَّ لَيْلٌ هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِ</p>
<p align="center"><em>Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu…</em></p>
<p align="center"><em>Jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari</em></p>
<p align="center">وَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ *** وَكَمْ مِنْ عَلِيْلٍ عَاشَ حِيْناً مِنَ الدَّهْرِ</p>
<p align="center"><em>Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit…</em></p>
<p align="center"><em>Dan betapa banyak orang yang sakit yang masih bisa hidup beberapa lama</em></p>
<p align="center">فَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا *** وَقَدْ نُسِجَتْ أَكْفَانُهُ وَهُوَ لاَ يَدْرِِي</p>
<p align="center"><em>Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari</em></p>
<p align="center"><em>Padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar</em></p>
<p align="center">وَكَمْ مِنْ صِغَارٍ يُرْتَجَى طُوْلُ عُمْرِهِمْ *** وَقَدْ أُدْخِلَتْ أَجْسَامُهُمْ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ</p>
<p align="center"><em>Betapa banyak anak-anak yang diharapkan panjang umur…</em></p>
<p align="center"><em>Padahal tubuh mereka telah dimasukkan dalam kegelapan kuburan</em></p>
<p align="center">وَكَمْ مِنْ عَرُوْسٍ زَيَّنُوْهَا لِزَوْجِهَا *** وَقَدْ قُبِضَتْ أَرْوَاحُهُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ</p>
<p align="center"><em>Betapa banyak mempelai wanita yang dirias untuk dipersembahkan kepada mempelai lelaki…</em></p>
<p align="center"><em>Padahal ruh mereka telah dicabut tatkala di malam lailatul qodar</em></p>
<p>Tentunya setiap kita berharap dianugrahi husnul khotimah… ajal menjemput tatkala kita sedang beribadah kepada Allah… tatkala bertaubat kepada Allah…sedang ingat kepada Allah… , akan tetapi betapa banyak orang yang berharap meninggal dalam kondisi husnul khotimah akan tetapi kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya…. Suul khootimah… maut menjemputnya tatkala ia sedang bermaksiat kepada Penciptanya dan Pencipta alam semesta ini…</p>
<p>Bagaimana mungkin seseorang meninggal dalam kondisi husnul Khotimah sementara hari-harinya ia penuhi dengan bermaksiat kepada Allah… hari-harinya ia penuhi tanpa menjaga pendengarannya… pandangannya ia umbar… hatinya dipenuhi dengan beragam penyakit hati… lisannya jauh dari berdzikir dan mengingat Allah…</p>
<p>Ingatlah para pembaca yang budiman… sesungguhnya seseorang akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa ia jalankan…</p>
<p>Berikut ini adalah kisah-kisah yang mencoba menggugah hati kita untuk membiasakan diri beramal sholeh sehingga tatkala maut menjemput kitapun dalam keadaan beramal sholeh :</p>
<p><strong>Kisah Pertama: kisah seorang ahli ibadah Abdullah bin Idriis (190-192 H)</strong></p>
<p>عَنْ حُسَيْن الْعَنْقَزِي قَالَ: لَمَّا نَزَلَ بِابْنِ إِدْرِيْسَ الْمَوْتُ بَكَتْ ابْنَتُهُ فَقَالَ: لاَ تَبْكِي يَا بُنَيَّة، فَقَدْ خَتَمْتُ الْقُرْآنَ فِي هَذَا الْبَيْتِ أَرْبَعَةَ آلاَف خَتْمَة</p>
<p>Dari Husain Al-&#8217;Anqozi, ia bertutur :</p>
<p>Ketika kematian mendatangi Abdullah bin Idris, maka putrinya pun menangis, maka Dia pun berkata: &#8220;Wahai putriku, jangan menangis! Sungguh, Aku telah mengkhatamkan al Quran dirumah ini 4000 kali&#8221; (Lihat Taariikh Al-Islaam karya Ad-Dzahabi 13/250, Ats-Tsabaat &#8216;inda Al-Mamaat karya Ibnil Jauzi hal 154)</p>
<p><strong>Kisah kedua : Kisah Abu Bakr bin &#8216;Ayyaasy (193 H)</strong></p>
<p>لما حضرت أبا بكر بن عَيَّاش الوفاةُ بَكَتْ أُخْتُهُ فقال : لاَ تَبْكِ اُنْظُرِي إِلىَ تِلْكَ الزَّاوِيَةِ الَّتِي فِي الْبَيْتِ قَدْ خَتَمَ أَخُوْكَ فِي هَذِهِ الزَّاوِيَةِ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ أَلَف خَتْمَة</p>
<p>Tatkala kematian mendatangi Abu Bakr bin &#8216;Ayaasy maka saudara perempuannya pun menangis. Maka Abu Bakrpun berkata kepadanya, &#8220;Janganlah menangis, lihatlah di pojok rumah ini, sesungguhnya saudara laki-lakimu ini telah mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an di situ sebanyak 18 ribu kali&#8221; (Lihat Hilyatul Auliyaa&#8217; karya Abu Nu&#8217;aim 8/304 dan Taariikh Baghdaad 14/383)</p>
<p>Demikianlah para pembaca yang budiman…Ahli ibadah ini Abdullah bin Idris telah mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an sebanyak 4000 kali… Abu Bakr bin &#8216;Ayyaasy telah mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an sebanyak 18 ribu kali…..semuanya demi menghadapi waktu yang sangat kritis ini… waktu untuk meninggalkan dunia ke alam akhirat yang abadi….</p>
<p><strong>Kisah Ketiga : Kisah Aamir bin Abdillah Az-Zubair</strong></p>
<p>Mush&#8217;ab bin Abdillah bercerita tentang &#8216;Aamir bin Abdillah bin Zubair yang dalam keadaan sakit parah :</p>
<p>سمع عامر المؤذن وهو يجود بنفسه فقال: خذوا بيدي إلى المسجد، فقيل: إنك عليل فقال: أسمع داعي الله فلا أجيبه فأخذوا بيده فدخل مع الإمام في صلاة المغرب فركع مع الإمام ركعة ثم مات</p>
<p>&#8216;Aaamir bin Abdillah mendengar muadzin mengumandangkan adzan untuk shalat maghrib, padahal ia dalam kondisi sakaratul maut pada nafas-nafas terakhir, maka iapun berkata, “Pegang tanganku ke mesjid…!!” merekapun berkata, &#8220;Engkau dalam kondisi sakit !&#8221; , Diapun berkata,”Aku mendengar muadzin mengumandangkan adzan sedangkan aku tidak menjawab (panggilan)nya? Pegang tanganku…! Maka merekapun memapahnya lalu iapun sholat maghrib bersama Imam berjama&#8217;ah, diapun shalat satu rakaat kemudian meninggal dunia. (Lihat Taariikh Al-Islaam 8/142)</p>
<p>Inilah kondisi seorang alim yang senantiasa mengisi kehidupannya dengan beribadah sesegera mungkin… bahkan dalam kondisi sekarat tetap ingin segera bisa sholat berjama&#8217;ah…. Bandingkanlah dengan kondisi sebagian kita… yang tatkala dikumadangkan adzan maka hatinya berbisik : &#8220;Iqomat masih lama…., entar lagi aja baru ke mesjid…, biasanya juga imamnya telat ko&#8217;…, selesaikan dulu pekerjaanmu.. tanggung…&#8221;, dan bisikan-bisikan yang lain yang merupakan tiupan yang dihembuskan oleh Iblis dalam hatinya.</p>
<p><strong>Kisah Di masa Sekarang:</strong></p>
<p><strong>Pertama : Kisah Penumpang Kapal Mesir “Salim Express”</strong></p>
<p>Laki-laki ini telah Allah selamatkan dari tenggelam pada kecelakaan kapal, “Salim Express” menceritakan kisah istrinya yang tenggelam dalam perjalanan pulang dari menunaikan ibadah haji. Orang-orang berteriak-teriak “kapal akan tenggelam” maka aku pun berteriak kepada istriku …“ayo cepat keluar!”</p>
<p>Dia pun berkata, “Demi Allah aku tidak akan keluar sampai aku memakai hijabku dengan sempurna.”</p>
<p>Suaminya pun berkata,” inikah waktu utk memakai hijab??? Cepat keluar! Kita akan mati”.</p>
<p>Dia pun berkata, “Demi Allah aku tidak akan keluar kecuali jika telah kukenakan hijabku dengan sempurna, seandainya aku mati aku pun akan bertemu Allah dalam keadaan mentaati-Nya”. Maka dia pun memakai hijabnya dan keluar bersama suaminya, maka ketika semuanya hampir tenggelam, dia memegang suaminya dan berkata, “Aku minta engkau bersumpah dengan nama Allah, apakah engkau ridho terhadapku?” Suaminya pun menangis. Sang istripun berkata, ”Aku ingin mendengarnya.” Maka Suaminya Menjawab, “Demi Allah aku ridho terhadapmu.” Maka wanita tersebut pun menangis dan berucap ”Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah” senantiasa dia ulangi syahadat tersebut sampai tenggelam.</p>
<p>Suaminya pun menangis dan berkata, “Aku berharap kepada Allah agar mengumpulkan aku dan dia di surga”</p>
<p><strong><span id="more-247"></span>Kedua : Kisah seorang tukang adzan (Muadzdzin)</strong></p>
<p>Dia adalah seorang yang selama 40 tahun telah mengumandangkan adzan, tanpa mengharap imbalan selain wajah Allah. Sebelum meninggal ia sakit parah, maka dia pun didudukkan di atas tepat tidur. Dia tak dapat berbicara lagi dan juga untuk pergi kemasjid. Ketika sakit semakin parah diapun menangis, orang-orang disekitarnya melihat adanya tanda-tanda kesempitan di wajahnya. Seakan-akan dia berucap ya Allah aku telah beradzan selama 40 tahun, engkau pun tahu aku tidak mengharap imbalan kecuali dari Engkau kemudian akan terhalangi dari adzan di akhir hidupku?. Kemudian berubahlah tanda-tanda diwajahnya menjadi kegembiraan dan kesenangan. Anak-anaknya bersumpah bahwasanya  ketika tiba waktu adzan ayah mereka pun berdiri di atas tempat tidurnya dan menghadap kiblat kemudian mengumandangkan adzan di kamarnya, ketika sampai pada kalimat adzan yang terkahir &#8220;laa ilaaha illallah” dia pun jatuh di atas tempat tidurnya. Anak-anaknya pun segera menghampirinya, mereka pun mendapati ruhnya telah menuju Allah.</p>
<p>Para pembaca yang budiman…jika kematian telah tiba maka seluruh harta dan kekuasaan yang telah kita usahakan dan perjuangakan dengan mengerahkan seluruh tenaga dan peras keringat akan sirna…</p>
<p><strong>Kisah Khalifah Al-Ma&#8217;muun,</strong></p>
<p>Ketika sakaratul maut mendatanginya diapun memanggil para tabib di sekelilingnya berharap agar bisa menyembuhkan penyakitanya. Tatkala ia merasa berat (parah sakitnya) maka ia berkata, &#8220;Keluarkanlah aku agar aku melihat para pasukan perangku dan aku melihat anak buahku serta aku menyaksikan kekuasaanku&#8221;, takala itu di malam hari. Maka Khalifah Al-Makmuun pun dikeluarkan lalu ia melihat kemah-kemah serta pasukan perangnya yang sangat banyak jumlahnya bertebaran di hadapannya, dan dinyalakan api. (Tatkala melihat itu semua) iapun berkata, يَا مَنْ لاَ يَزُوْلُ مُلْكُهُ اِرْحَمْ مَنْ قَدْ زَالَ مُلْكُهُ “Wahai Dzat yang tidak akan pernah musnah kerajaannya… Sayangilah orang yang telah hilang kerajaannya…&#8221;. Lalu iapun pingsan.</p>
<p>Kemudian datanglah seseorang disampingnya hendak mentalqinnya kalimat syahadah, lalu Khalafah Al-Makmuun membuka kedua matanya tatkala itu dalam keadaan wajahnya yang merah dan berat, ia berusaha untuk berbicara akan tetapi ia tidak mampu. Lalu iapun memandang ke arah langit dan kedua matanya dipenuhi dengan tangisan maka lisannya pun berucap tatkala itu, يَا مَنْ لاَ يَمُوْتُ اِرْحَمْ مَنْ يَمُوْتُ &#8220;Wahai Dzat Yang tidak akan mati sayangilah hambaMu yang mati&#8221;, lalu iapun meninggal dunia. (Lihat Muruuj Adz-Dzahab wa Ma&#8217;aadin Al-Jauhar karya Al-Mas&#8217;uudi 2/56 dan Taariik Al-Islaam karya Adz-Dzahabi 15/239)</p>
<p><strong>Kisah Khalifah Abdul Malik bin Marwaan:</strong></p>
<p>Tatkala ajal menjemput Khalifah Abdul Malik bin Marwaan maka iapun memerintahkan untuk dibukakan pintu istana, tiba-tiba ada seorang penjaga istana yang sedang mengeringkan bajunya di atas batu, maka iapun berkata, &#8220;Siapa ini?&#8221;, maka mereka menjawab, &#8220;Seorang penjaga istana&#8221;. Maka iapun berkata, &#8220;Seandainya aku adalah seorang penjaga istana…&#8221;. Ia juga berkata, &#8220;Seandainya aku adalah budak miliki seorang yang tinggal di pegunungan Tihaamah, lantas akupun menggembalakan kambing di pegunungan tersebut&#8221;.</p>
<p>Diantara perkataan terakhir yang diucapkannya adalah,</p>
<p>اللَّهُمَّ إِنْ تَغْفِرْ تَغْفِرْ جَمًّا، لَيْتَنِي كُنْتُ غَسَّالاً أَعِيْشُ بِمَا أَكْتَسِبُ يَوْماً بِيَوْمٍ</p>
<p>&#8220;Yaa Allah, jika engkau mengampuniku maka berilah pengampunanMu yang luas, seandainya aku hanyalah seorang tukang cuci, aku hidup dari hasil penghasilanku sehari untuk kehidupan sehari&#8221;</p>
<p>Dan diriwayatkan bahwsanya tatkala Khalifah Abdul Malik bin Marwan sakit parah maka iapun berkata, &#8220;Keluarkanlah aku di beranda istana…&#8221;, kemudian ia melihat megahnya kekuasaannya lalu iapun berkata, يَا دُنْيَا مَا أَطْيَبَكِ أَنَّ طَوِيْلَكِ لَقَصِيْرٌ وَأَنَّ كَبِيْرَكِ لَحَقِيْرٌ وَأَنْ كُنَّا مِنْكِ لَفِي غُرُوْرٍ &#8220;Wahai dunia sungguh indah engkau…, ternyata lamanya waktumu sangatlah singkat, kebesaranmu sungguh merupakan kehinaan, dan kami ternyata telah terpedaya olehmu&#8221;. Lalu iapun mengucapkan dua bait berikut ini ;</p>
<p>إِنْ تُنَاقِشْ يَكُنْ نِقَاشُكَ يَارَبَّ  عَذَابًا لاَ طَوْقَ لِي بِالْعَذَابِ</p>
<p>Jika engkau menyidangku wahai Robku maka persidanganMu itu merupakan sebuah adzab yang tidak mampu aku hadapi</p>
<p>أَوْ تَجَاوَزْتَ فَأَنْتَ رَبٌّ صَفُوْحٌ  عَنْ مُسِيْءٍ ذُنُوْبَهُ كَالتُّرَابِ</p>
<p>Atau jika engkau memaafkan aku maka engkau adalah Tuhan Yang Maha memaafkan dosa-dosa seorang hamba yang bersalah&#8221;</p>
<p>(Lihat Mukhtashor Taariikh Dimasyq 5/88-89 dan Al-Kaamil fi At-Taariikh 4/238-239)</p>
<p>Para pembaca yang budiman…. Janganlah terpedaya dengan gemerlapnya dunia ini…</p>
<p>Rasulullah bersabda,</p>
<p>أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَّاتِ</p>
<p><em>&#8220;Perbanyaklah kalian mengingat penghancur keledzatan&#8221;</em>, yaitu kematian (Dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam irwaa al-goliil 3/145)</p>
<p>Imam Al-Qurthubi berkata: &#8220;Ketahuilah sesungguhnya mengingat kematian menyebabkan kegelisahan dalam kehidupan dunia yang akan sirna ini, dan menyebabkan kita untuk senantiasa mengarah ke kehidupan akhirat yang abadi.</p>
<p>Seseorang tidak akan terlepas dari dua kondisi, kondisi lapang dan sulit, kondisi di atas kenikmatan atau di atas ujian. Jika ia berada pada kondisi sempit dan di atas ujian maka dengan mengingat mati akan terasa ringanlah sebagian ujian dan kesempitan hidupnya, karena ujian tersebut tidak akan langgeng dan kematian lebih berat dari ujian tersebut. Atau jika ia berada dalam kondisi penuh kenikmatan maka mengingat mati akan menghalanginya agar tidak terpedaya dengan kenikmatan tersebut&#8221;  (At-Tadzkiroh 1/123-124)</p>
<p>Imam Al-Qurthubi juga berkata:</p>
<p>و كان يزيد الرقاشي يقول لنفسه : و يحك يا يزيد من ذا يصلي عنك بعد الموت ؟ من ذا يصوم عنك بعد الموت؟ من ذا يترضى عنك ربَّك بعد الموت؟ ثم يقول : أيها الناس ألا تبكون وتنوحون على أنفسكم باقي حياتكم؟ من الموت طالبه والقبر بيته والثرى فراشه والدود أنيسه وهو مع هذا ينتظر الفزع الأكبر يكون حاله؟ ثم يبكي حتى يسقط مغشيا عليه</p>
<p>Yazzid Ar-Ruqoosyi berkata kepada dirinya : &#8220;Celaka engkau wahai Yaziid, siapakah yang akan sholat mewakilimu jika engkau telah meninggal?, siapakah yang akan mewakilimu berpuasa setelah kematianmu?, siapakah yang mendoakan engkau agar Robmu meridhoimu setelah matimu?&#8221;. Lalu ia berkata, &#8220;Wahai manusia, janganlah kalian menangisi diri kalian sepanjang hidup kalian, barangsiapa yang kematian mencarinya, kuburan merupakan rumahnya, tanah merupakan tempat tidurnya, dan ulat-ulat menemaninya, serta ia dalam kondisi demikian menantikan tibanya hari kiamat yang sangat dahysat maka bagaimanakah kondisinya?&#8221;. Lalu iapun menangis dan menangis hingga jatuh pingsan. (Lihat At-Tadzikorh 1/124)</p>
<p><strong>Kisah penutup :</strong></p>
<p>Dari Abdullah putra Imam Ahmad bin Hambal berkata:</p>
<p>لَمَّا حَضَرَتْ أَبِي الْوَفَاةُ جَلَسْتُ عِنده وَبِيَدِي الْخِرْقَةُ لأَشُدَّ بِهَا لِحْيَيْهِ فَجَعَلَ يَعْرَقُ ثُمَّ يُفِيْقُ ثُمَّ يفتح عينيه ويقول بيده هكذا : &#8220;لاَ بَعْدُ&#8221; ففعل هذا مرةً وثانيةً، فلما كان في الثالثة قلت له : يَا أَبَةِ أَيُّ شَيْءٍ هَذَا قَدْ لَهَجْتَ بِهِ فِي هَذَا الْوَقْتِ تَعْرَقُ حَتَّى نَقُوْلُ قَدْ قُبِضْتَ ثُمَّ تَعُوْدُ فَتَقُوْلَ : لاَ، لاَ بَعْدُ. فقال لي : يا بُنَيَّ مَا تَدْرِي؟ قلتُ :لاَ، قال : إبليس لعنه الله قائم حذائي عَاضٍّ على أَنَامِلِهِ يقول لي : يا أحمدُ فُتَّنِي فَأَقُوْلُ لَهَ : لاَ بَعْدُ حَتَّى أَمُوْتَ</p>
<p>Tatkala kematian mendatangi ayahku maka akupun duduk disampingnya, dan di tanganku ada sepotong kain untuk mengikat dagu beliau (yang dalam keadaan tidak sadarkan diri). Maka beliaupun mencucurkan keringat lalu beliau tersadar dan membuka kedua mata beliau dan beliau berkata, &#8220;Tidak, belum…!&#8221; seraya menggerakkan tangan beliau (memberi isyarat penolakan). Lalu beliau melakukan hal yang sama untuk sekali lagi, kedua kali lagi. Dan tatkala beliau mengulangi hal ini (mengucapkan : &#8220;Tidak, belum..!, seraya menebaskan tangan beliau) untuk ketiga kalinya maka akupun berkata, &#8220;Wahai ayahanda, ada apa gerangan?, engkau mengucapkan perkataan ini dalam kondisi seperti ini?&#8221;. Engkau mencucurkan keringat hingga kami menyangka bahwa engkau telah meninggal dunia, akan tetapi kembali engkau berkata, &#8220;Tidak, tidak…, belum…!&#8221;. Lalu ia berkata, &#8220;Wahai putraku, engkau tidak tahu?&#8221;, aku berkata, &#8220;Tidak&#8221;. Ia berkata, &#8220;Iblis –semoga Allah melaknatnya- telah berdiri dihadapanku seraya menggigit jari-jarinya, dan berkata, &#8220;Wahai Ahmad engkau telah lolos dariku&#8221;, maka aku berkata kepadanya, &#8220;Tidak, belum, aku belum lolos dan menang darimu hingga aku meninggal&#8221; (lihat Sifat As-Sofwah 2/357)</p>
<p>Kisah ini mengingatkan kepada kita bahwasanya pertempuran melawan Iblis dan para pengikutnya tidak pernah berhenti hingga maut menjemput kita. kita tidak boleh pernah lalai dan merasa telah mengalahkan Iblis, karena Iblis dan para pengikutnya akan senantiasa mengintai dan mencari celah-celah untuk menjeremuskan kita sehingga bisa menemaninya di neraka Jahannam yang sangat panas….!!!!, Maka wasapadalah selalu… melawan musuh yang melihatmu padahal engkau tidak melihatnya… musuh yang senantiasa mendatangimu dari arah depan, belakang, kanan, dan kiri sementara engkau dalam keadaan lalai…. Musuh yang sudah sangat berpengalaman dalam menjerumuskan anak keturunan Adam dengan berbagai metode dan jerat…. Hanya kepada Allahlah kita mohon keselamatan dari musuh yang seperti ini modelnya… walaa haulaa wa laa quwwata illaa billaaah</p>
<p>Saudaraku yang mulia…!!</p>
<p>Allah Yang Maha Mulia telah memberlakukan sunnatullahNya bahwasanya: “Orang yang hidup di atas sesuatu pola/model kehidupan maka ia pun akan mati di atas model tersebut, dan kelak ia akan dibangkitkan di atas model tersebut”</p>
<p>Siapkanlah dirimu menyambut tamu yang akan mendatangimu secara tiba-tiba…yaitu kematian, jangan sampai tamu tersebut menemuimu dalam kondisi engkau sedang bermaksiat kepada Robmu.</p>
<p>Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengamalkan ilmunya.</p>
<p>Madinah, 28 06 1432H / 31 05 2011M</p>
<p>Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja</p>
<p>www.firanda.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalah07.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalah07.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalah07.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalah07.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalah07.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalah07.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalah07.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalah07.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalah07.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalah07.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalah07.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalah07.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalah07.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalah07.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=247&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalah07.wordpress.com/2011/06/15/ketika-ajal-menjemputmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/41dc65b4f50b87447ee1670e10320b4f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risalah07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerjasama Dengan Cara Mudhorobah</title>
		<link>http://risalah07.wordpress.com/2011/06/04/kerjasama-dengan-cara-mudhorobah/</link>
		<comments>http://risalah07.wordpress.com/2011/06/04/kerjasama-dengan-cara-mudhorobah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 06:51:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risalah07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[arti mudhorobah]]></category>
		<category><![CDATA[jenis mudhorobah]]></category>
		<category><![CDATA[mamfaat mudhorobah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalah07.wordpress.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Arti Mudorobah : Seseorang yang memberikan hartanya kepada seseorang untuk diperdagangkan.dan hasil dari keuntungannya dibagi bersama sesuai dengan kesepakatan.[1] adapun jika terjadi kerugian pada perdagangan maka ditanggung oleh pemilik harta saja bukan pada seseorang yang diberi harta tsb.Sedangkan Pengarang kitab al Kanju  Mudorobah sebagai berikut yaitu Kerjasama ada harta pada satu sisi dan ada orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=235&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/06/kerjasama.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-238" title="kerjasama" src="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/06/kerjasama.jpg?w=240&#038;h=168" alt="" width="240" height="168" /></a></p>
<p><strong>Arti Mudorobah </strong>: Seseorang yang memberikan hartanya kepada seseorang untuk diperdagangkan.dan hasil dari keuntungannya dibagi bersama sesuai dengan kesepakatan.<a title="" href="#_ftn1">[1]</a> adapun jika terjadi kerugian pada perdagangan maka ditanggung oleh pemilik harta saja bukan pada seseorang yang diberi harta tsb.Sedangkan Pengarang kitab al Kanju  Mudorobah sebagai berikut yaitu Kerjasama ada harta pada satu sisi dan ada orang yang berkerja dalam satu sisi yang lain.</p>
<p>Dalil Disyariatkannya kerjasama Mudorobah ini adalah :</p>
<p>Kesepakatan Imam-Imam Mazhab  atas bolehnya akad mudorobah ini yang berdasarkan dari Al Qur&#8217;an,Sunnah,Ijma&#8217; dan Qiyas,Jikalau tidak ada padanya <strong>Goror</strong> (penipuan) dan perdagangan yang tidak jelas kondisinya (<strong>Jahalah</strong>).</p>
<p><strong>Dalil dari Al Qur&#8217;an Alloh Ta&#8217;ala berfirman :</strong></p>
<p dir="RTL">{وآخرون يضربون في الأرض يبتغون من فضل الله } [المزمل:20/73]</p>
<p>Artinya : Dan sebagian yang lain berjalan dimuka bumi mencari sebagian karunia Alloh.</p>
<p>Al Mudhorib adalah Orang yang berjalan dimuka bumi mencari sebagian kerunia Allah. dan juga  Alloh Ta&#8217;ala berfirman :</p>
<p dir="RTL">{فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله } [الجمعة:10/62]</p>
<p>Artinya : Dan Apabilah telah ditunaikan sholat maka bertebaranlah dimuka bumi dan carilah sebagian dari karunia Alloh.</p>
<p><strong>Dalil dari Sunnah :</strong></p>
<p dir="RTL">روى ابن عباس رضي الله عنهما أنه قال: «كان سيدنا العباس بن عبد المطلب إذا دفع المال مضاربة اشترط على صاحبه أن لا يسلك به بحراً، ولا ينزل به وادياً، ولايشتري به دابة ذات كبد رطبة، فإن فعل ذلك ضمن، فبلغ شرطه رسول الله صلّى الله عليه وسلم ، فأجازه»</p>
<p>Diriwayatkan dari Ibnu Abbas (semoga Alloh meridhoinya) bahwasanya dia berkata: Abbas bin abdul mutholib jika memberikan harta kepada seseorang untuk diperdagangkan dia mensyaratkan agar jangan dibawah melalui laut dan juga lembah,dan jangan dibelikan hewan yang berpenyakit,jika semua hal tsb dilakukan maka harus membayar ganti rugi kemudian syarat tersebut diketahui oleh Rosululloh sholallohu &#8216;alaihissalam dan beliau membolehkanya.<a title="" href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p dir="RTL">وروى ابن ماجه عن صهيب رضي الله عنه أن النبي صلّى الله عليه وسلم قال: «ثلاث فيهن البركة: البيع إلى أجل، والمقارضة، وخلط البر بالشعير للبيت لا للبيع»</p>
<p>Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari Sahabat Suhaib semoga Alloh meridhoinya bahwasany Nabi sholallohu &#8216;alaihissalam bersabda : 3 perkara yang ada padanya keberkahan : Jual beli dgn tunda,Mudhorobah,Mencampur Gandum bagus dgn yang Jelek untuk konsumsi sendiri bukan untuk diperjual belikan.<a title="" href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p><strong>Adapun Ijma&#8217;</strong> adalah sebagaimana diriwayatkan dari sebagian besar para sahabat bahwasanya mereka menjadikan harta anak yatim untuk diperdagangkan (sebagai harta Mudhorobah)<a title="" href="#_ftn4">[4]</a> dan tidak ada satupun penginkaran dari kalangan sahabat maka jadilah perkara ini sebagai Ijma.dan al Imam ibnu Taimiyah menetapkan disyariatkannya Mudhorobah ini dgn Ijma yang bersesuaian dengan dalil.begitu juga imam Malik meriwatkan dikitabnya al Muwatho&#8217; dan juga imam Syafi&#8217;i dikitab musnadnya dari Zaid bin Aslam bahwasanya Umar bin Khotob menetapkan mudhorobah kepada kedua anaknya yaitu Ubaidillah dan Abdulloh.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>HIKMAH DISYARIATKANNYA MUDHOROBAH</strong></p>
<p>Memungkinkan seseorang untuk mengembangkan hartanya dan mudhorobah adalah cara untuk mewujudkan saling tolong menolong diantara sesama,dan menggabungkan kepandaian dan kemahiran/pengalaman untuk menghasilkan suatu hasil yang baik.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>RUKUN MUDHOROBAH ,LAFADZ DAN JENISNYA</strong></p>
<p>Menurut <strong>Mazhab hanafi</strong> adalah Izab dan Qobul dengan lafadz yang menunjukan pada aqad tersebut.</p>
<p><strong>Lafadz Izab</strong> seperti seseorang mengatakan ambilah harta ini dan perdagangkanlah hasil keuntungan dari rezeki yang diberikan Alloh adalah untuk kita berdua dengan pembagian setengah,seperempat,sepertiga dan seterusnya.</p>
<p><strong>Lafadz Qobul</strong> seperti aku terima,aku setuju dan semisalnya.</p>
<p>Dan jika telah sempurna izab dan qobul ini maka berlakulah hukum mudhorobah ini.<a title="" href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p>Menurut <strong>Jumhur ulama</strong> adalah ada 2 orang yang saling bersepakat (pemilik harta dan pekerjanya) serta ada sesuatu yang menjadi akadnya ( harta,amal,dan keuntungan) dan Izab Qobul.</p>
<p>Sedangkan menurut <strong>Syafiiyah</strong> ada 5 : Harta,Amal,Keuntungan,Izab Qobul serta 2 orang yang bersepakat.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><span id="more-235"></span>JENIS MUDHOROBAH</strong></p>
<p><strong> 1.MUDOROBAH MUTLAK</strong></p>
<p><strong>2.MUDOROBAH MUQOYAD</strong></p>
<p>Mudhorobah Mutlak adalah seseorang yang memberikan hartanya kepada orang lain seraya mengatakan ambilah hartaku ini kemudian perdagangkan,keuntungannya untuk kita berdua pembagiannya sesuai dengan kesepakatan.</p>
<p>Mudhorobah Muqoyad adalah semisal seseorang memberikan uangnya kepada seseorang untuk diperdagangkan didaerah tertentu atau pada jenis perdagangan tertentu,pada waktu tertentu atau tidak membeli kecuali dari orang yang sudah ditentukan.akan tetapi penentuan waktu dan hanya khusus orang tertentu terjadi perselisihan dikalangan ulama.menurut imam abu hanifah dan imam ahmad boleh sedangkan menurut imam malik dan syafi&#8217;i tidak boleh.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>SIFAT AKAD MUDHOROBAH</strong></p>
<p>Para ulama bersepakat jika akad mudhorobah belum dimulai maka kedua belah pihak masih boleh membatalkan akad yang ada (tidak lazim/wajib).hanya saja para ulama berbeda pendapat apabila akadnya sudah dimulai.menurut imam malik akad mudhorobah adalah akad yang lazim dan boleh diwarisi oleh anaknya dan jika tidak mempunyai anak didatangkan orang yang dapat dipercaya.sedangkan menurut abu hanifah,syafi&#8217;i dan imam ahmad akad mudhorobah bukanlah akad yang lazim dan tidak dapat diwarisi,kedua belah pihak boleh membatalkan perjanjianya.sebab perselisihan ini adalah menurut imam malik apabilah akad perjanjian sudah dimulai dan kedua belah pihak membatalkannya maka akan ada yang dirugikan dan oleh sebab ini juga maka akad ini boleh diwarisi.sedangkan alasan pendapat yang kedua (abu hanifah,syafi&#8217;i dan ahmad) mereka menyamakan akad itu sudah dimulai atau belum dimulai karena akad mudhorobah adalah menggunakan harta orang lain dengan seizin pemiliknya,oleh karena itu kedua belah pihak mempunyai hak untuk membatalkanya seperti dalam wakalah dan wadi&#8217;ah (perwakilan dan penitipan).<a title="" href="#_ftn6">[6]</a> akan tetapi imam abu hanifah mensyaratkan bolehnya membatalkan akad ini harus sepengetahuan dari kedua belah pihak dan hartanya harus berupa uang dan selain uang maka tidak sah untuk membatalkan akadanya.sedangkan menurut hanabilah dan syafiiyah boleh dalam bentuk selain uang takkala akan membatalkan perjanjian akad jika kedua belah pihak saling bersepakat untuk menjualnya agar diketahui keuntunganya atau langsung membaginya.karena akad ini adalah hak mereka berdua.apabila pekerja meminta agar barang yang ada dijual dan pemilik harta tidak mau maka pekerja tersebut boleh memaksaknya untuk menjual karena haknya tidak ada pada keuntungan yang dihasilkan dan hanya dapat diketahui jika sudah dijual dan menjadi berbentuk uang.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>APABILAH ORANG YANG BERSEPAKAT LEBIH DARI 2 ORANG.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Berkata ulama Malikiyah jika orang yang bersepakat banyak maka keuntungan dibagi untuk mereka bersama sesuai dengan besar<strong> </strong>kecilnya tanggung jawab dari pekerjaanya seperti yang berlaku pada perjanjian kerjasama yang bersifat badaniyah.maka jikalau pekerjaannya sama maka pembagianya juga sama begitu juga jikalau berbeda maka pembagianya juga berbeda.</p>
<p>Dialih bahasakan dari kitab Fiqih Islamiy wa Adilatuhu dengan sedikit perubahan dan tambahan</p>
<p>Oleh : Abu Ahmad al Atsary</p>
<div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref1">[1]</a>    Mugni Muhtaj 2/309,Takmilatul fathul Qodir 7/57 dan seterusnya,alMabsuth 22/18,Tabyinul Haqoiq lilzaila&#8217;i 5/52,Rod Muhtar &#8216;ala Daril Mukhtar 4/504,Majma Dhomanat Hal.303.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref2">[2]</a>    Diriwayatkan Thobaroni di al Ausath dari Ibnu Abbas berkata al Haitsami pada sanadnya ada Abu Jarud al&#8217;ama dia adalah seorang yang Matruk dan Pendusta lihat Majma&#8217; Jawaid 4/161.akan tetapi disana ada hadits yang diriwayatkan dari sahabat Hakim bin Hizam semisal hadits diatas dan haditsnya Shohihul isnad sebagaimana disebutkan di Irwa 5/293,Daruqutni 2/36/242,Baihaqi 6/111.lihat Al wajiz fi Fiqhi sunatil aziz oleh Dr.abdul adzim badawi (pent).</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref3">[3]</a>    Sanad haditsnya Dhoif lihat Subulus Salam 3/76 dan yang benar adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hazm dalam kitabnya Marotibul Ijma Semua bab-bab fiqh memiliki dasar pendalian dari alqur&#8217;an dan sunnah kecuali Mudhorobah,aku tidak mendapati pada keduanya,akan Ijma pada perkara ini adalah shohih yang kami pastikan bahwa perkara ini ada pada zaman nabi beliau mengetahuinya dan menetapkannya,kalaulah bukan karena ini maka tidaklah boleh.(lihat Talhis Habir hal.155)</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref4">[4]</a>    Lihat Nasiburroyah 4/113</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref5">[5]</a>    Bada&#8217;i 6/79 dan yang setelahnya.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref6">[6]</a>    Lihat bidayatul mujtahid 2/237,albada&#8217;i 6/109,almuhazab 1/388,mugni muhtaj 2/319,almugni 5/58</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalah07.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalah07.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalah07.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalah07.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalah07.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalah07.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalah07.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalah07.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalah07.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalah07.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalah07.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalah07.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalah07.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalah07.wordpress.com/235/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=235&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalah07.wordpress.com/2011/06/04/kerjasama-dengan-cara-mudhorobah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/41dc65b4f50b87447ee1670e10320b4f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risalah07</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/06/kerjasama.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kerjasama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kedudukan Amal terhadap Ilmu</title>
		<link>http://risalah07.wordpress.com/2011/05/30/kedudukan-amal-terhadap-ilmu/</link>
		<comments>http://risalah07.wordpress.com/2011/05/30/kedudukan-amal-terhadap-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 07:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risalah07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nafs]]></category>
		<category><![CDATA[beramal setelah berilmu]]></category>
		<category><![CDATA[kedudukan amal]]></category>
		<category><![CDATA[kedudukan ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[penting amal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalah07.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[وَإِذَا أَصَرَّ عَلَى تَرْكِ مَا أُمِرَ بِهِ مِنْ السُّنَّةِ وَفِعْلِ مَا نُهِيَ عَنْهُ فَقَدْ يُعَاقَبُ بِسَلْبِ فِعْلِ الْوَاجِبَاتِ حَتَّى قَدْ يَصِيرُ فَاسِقًا أَوْ دَاعِيًا إلَى بِدْعَةٍ)   مجموع الفتاوى ( ط: دار الوفاء &#8211; تحقيق أنور الباز ) &#8211; (22 / (306 “Seseorang jika terus meninggalkan sunah yang diperintahkan dan melakukan perkara yang terlarang maka bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=229&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="RTL"><a href="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/05/neraca.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-245" title="neraca" src="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/05/neraca.jpg?w=200&#038;h=201" alt="" width="200" height="201" /></a></p>
<p dir="RTL">وَإِذَا أَصَرَّ عَلَى تَرْكِ مَا أُمِرَ بِهِ مِنْ السُّنَّةِ وَفِعْلِ مَا نُهِيَ عَنْهُ فَقَدْ يُعَاقَبُ بِسَلْبِ فِعْلِ الْوَاجِبَاتِ حَتَّى قَدْ يَصِيرُ فَاسِقًا أَوْ دَاعِيًا إلَى بِدْعَةٍ)   مجموع الفتاوى ( ط: دار الوفاء &#8211; تحقيق أنور الباز ) &#8211; (22 / (306</p>
<ul>
<li>“Seseorang jika terus meninggalkan sunah yang diperintahkan dan melakukan perkara yang terlarang maka bisa jadi dia dihukum (oleh Allah) dengan meninggalkan hal-hal yang wajib, hingga akhirnya bisa jadi ia menjadi orang fasik atau orang yang menyeru kepada bid’ah.” (Majmu’ Al-Fatawa 22/306)</li>
</ul>
<p dir="RTL">العلم الذي هو العلم المعتبر شرعا أعني الذي مدح الله ورسوله أهله على الإطلاق هو العلم الباعث على العمل الذي لا يخلي صاحبه جاريا مع هواه كيفما كان بل هو المقيد لصاحبه بمقتضاه الحامل له على قوانينه طوعا أو كره)  الموافقات. ط المعرفة &#8211; دراز &#8211; (1 / 69)</p>
<ul>
<li>Ilmu yang pemiliknya dipuji oleh Alloh dan Rasul-NYA secara mutlak adalah ilmu yang mengantarkan pelakunya kepada amal (yang membuahkan amal) yang tidak menjadikan pelakunya beramal berdasarkan hawa nafsunya bagaimanapun keadaanya akan tetapi ilmu tersebut adalah penjaga bagi pemiliknya yang dia beramal sesuai dengan aturan-atuaran Alloh pada perkara yang dia senangi ataupun perkara yang dia benci/tidak sukainya.(Al-Muwaafaqaat-imam syatibi 1/69)</li>
</ul>
<ul>
<li>Pernah ada seseorang yang bertanya (masalah agama) kepada Abu Ad-Darda’, maka Abu Ad-Darda’ berkata kepadanya: “Apakah semua masalah agama yang kau tanyakan kau amalkan?” Orang itu menjawab: “Tidak.” Maka Abu Ad-Darda’ menimpalinya: “Apa yang engkau lakukan dengan menambah hujjah yang akan menjadi bumerang bagimu?” (Al-Muwaafaqaat 1/82 sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Abdil-Bar dalam Al-Jami’ no 1232).</li>
</ul>
<p align="right">وعن علي يا حملة العلم اعملوا به فإن العالم من علم ثم عمل ووافق علمه عمله وسيكون أقوام يحملون العلم لا يجاوز تراقيهم تخالف سريرتهم علانيتهم ويخالف علمهم عملهم يقعدون حلقا يباهي بعضهم بعضا حتى إن الرجل ليغضب على جليسه أن يجلس إلى غيره ويدعه أولئك لا تصعد أعمالهم تلك إلى الله عز و جل</p>
<p dir="RTL">الموافقات. ط المعرفة &#8211; دراز &#8211; (1 / 75)</p>
<ul>
<li>Diriwayatkan dari Ali bin Abi tholib dia berkata “wahai pembawa ilmu beramallah dengan ilmu itu sesungguhnya seorang yang alim adalah orang yang mengetauhi kemudian dia beramal,ilmunya bersesuaian dengan amalnya sesungguhnya akan ada suatu kaum yang mereka memiliki ilmu tapi tidak melewati tenggorokan mereka,apa yang mereka sembunyikan berbeda dengan yang mereka tampakan dan ilmu mereka itu tidaklah sesuai dengan amal mereka,mereka duduk-duduk disuatu halqoh saling berbangga-bangga satu sama lainya hingga seorang laki-laki sangat marah kepada teman duduknya jika  dia bermajlis dengan orang lain dan dia meninggalkanya,mereka adalah orang-orang yang amalnya tidak diterima oleh ALLOH Ta&#8217;ala.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalah07.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalah07.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalah07.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalah07.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalah07.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalah07.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalah07.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalah07.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalah07.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalah07.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalah07.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalah07.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalah07.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalah07.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=229&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalah07.wordpress.com/2011/05/30/kedudukan-amal-terhadap-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/41dc65b4f50b87447ee1670e10320b4f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risalah07</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/05/neraca.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">neraca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Misteri Penemu Benua Amerika?</title>
		<link>http://risalah07.wordpress.com/2011/05/08/misteri-penemu-benua-amerika/</link>
		<comments>http://risalah07.wordpress.com/2011/05/08/misteri-penemu-benua-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 May 2011 07:42:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risalah07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli Sejarah Islam Yang Sampai kebenua Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Suku indian yang Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Penemu Benua Amerika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalah07.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Penjelajah Muslim Lebih Dulu Injak Amerika Daripada Colombus (Berita SuaraMedia) &#8211; Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai &#8216;The New World&#8217; ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada 21 Oktober 1492. Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah &#8216;Dunia Baru&#8217;. Sebab, 603 tahun sebelum penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=222&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center"><strong><a href="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/05/benua-amerika.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-225" title="benua amerika" src="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/05/benua-amerika.jpg?w=225&#038;h=225" alt="" width="225" height="225" /></a><a href="http://www.suaramedia.com/sejarah/sejarah-dunia/41091-penjelajah-muslim-lebih-dulu-injak-amerika-daripada-colombus.html">Penjelajah Muslim Lebih Dulu Injak Amerika Daripada Colombus </a></strong></p>
<p>(Berita SuaraMedia) &#8211; Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai &#8216;The New World&#8217; ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada 21 Oktober 1492.</p>
<p>Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah &#8216;Dunia Baru&#8217;. Sebab, 603 tahun sebelum penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.</p>
<p>Klaim sejarah Barat yang menyatakan Columbus sebagai penemu benua Amerika akhirnya terpatahkan. Sederet sejarawan menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di benua itu lebih dari setengah milenium sebelum Columbus.</p>
<p>Secara historis umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di benua Amerika.</p>
<p>&#8221;Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya,&#8221; tutur Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation. Sejarah mencatat Muslim dari Afrika telah menjalin hubungan dengan penduduk asli benua Amerika, jauh sebelum Columbus tiba.</p>
<p>Jika Anda mengunjungi Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama AbdeKhak dan Muhammad Ibnu Abdullah.</p>
<p>Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaannya dalam perdagangan, perkapalan, dan bentuk pemerintahan suku cherokee yang saat itu berdasarkan hukum Islam.</p>
<p>Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian suku Cherokee yang menutup aurat sedangkan kaum laki-lakinya memakai turban (surban) dan terusan hingga sebatas lutut.</p>
<p>Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya benar-benar punah dari daratan Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadan Ibnu Wati.</p>
<p>Berbicara tentang suku Cherokee, tidak bisa lepas dari Sequoyah. Ia adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A sampai Z, maka suku Cherokee memiliki aksara sendiri.</p>
<p>Yang membuatnya sangat luar biasa adalah aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini mirip sekali dengan aksara Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada sangat mirip dengan kata ”Muhammad” dalam bahasa Arab.</p>
<p>Nama-nama suku Indian dan kepala sukunya yang berasal dari bahasa Arab tidak hanya ditemukan pada suku Cherokee (Shar-kee), tapi juga Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni.</p>
<p>Bahkan, beberapa kepala suku Indian juga mengenakan tutp kepala khas orang Islam. Mereka adalah Kepala Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.</p>
<p>Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya.</p>
<p>Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa : ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal”. Bukankah Al-Qur’an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah</p>
<p>Bagaimana bisa Kepala suku Indian Cheeroke itu muslim?</p>
<p>Sejarahnya panjang, Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.</p>
<p>Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.</p>
<p>Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).</p>
<p>Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi.</p>
<p>Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.</p>
<p>Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.</p>
<p><span id="more-222"></span>Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.</p>
<p>Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009) seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).</p>
<p>Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999.</p>
<p>Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307) raja keenam dalam dinasti Marinid.</p>
<p>Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.</p>
<p>Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama.</p>
<p>Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.</p>
<p>Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.</p>
<p>Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab.</p>
<p>Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.</p>
<p>Pengaruh Islam di Benua Amerika</p>
<p>Sekali-kali cobalah Anda membuka peta Amerika. Telitilah nama tempat yang ada di Negeri Paman Sam itu. Sebagai umat Islam, pastilah Anda akan dibuat terkejut.  Apa pasal? Ternyata begitu banyak nama tempat dan kota yang menggunakan kata-kata yang berakar dan berasal dari bahasa umat Islam, yakni bahasa Arab.</p>
<p>Tak percaya? Cobalah wilayah Los Angeles. Di daerah itu ternyata terdapat nama-nama kawasan yang berasal dari pengaruh umat Islam. Sebut saja, ada kawasan bernama Alhambra. Bukankah Alhambra adalah nama istana yang dibangun peradaban Islam di Cordoba?</p>
<p>Selain itu juga ada nama teluk yang dinamai El Morro serta Alamitos. Tak cuma itu, ada pula nama tempat seperti; Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra.</p>
<p>Setelah itu, mari kita bergeser ke bagian tengah Amerika. Mulai dari selatan hingga Illinois juga terdapat nama-nama kota yang bernuansa Islami seperti; Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Malah, di negara bagian Washington terdapat nama kota Salem.</p>
<p>Pengaruh Islam lainnya pada penamaan tempat atau wilayah di Amerika juga sangat kental terasa pada penamaan Karibia (berasal dari bahasa Arab). Di kawasan Amerika Tengah, misalnya, terdapat nama wilayah Jamaika dan Kuba. Muncul pertanyaan, apakah nama Kuba itu berawal dan berakar dari kata Quba &#8211; masjid pertama yang dibangun Rasulullah adalah Masjid Quba. Negara Kuba beribu kota La Habana (Havana).</p>
<p>Di benua Amerika pun terdapat sederet nama pula yang berakar dari bahasa Peradaban Islam seperti pulau Grenada, Barbados, Bahama, serta Nassau. Di kawasan Amerika Selatan terdapat nama kota-kota Cordoba (di Argentina), Alcantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Ada pula nama pegunungan Absarooka yang terletak di pantai barat.</p>
<p>Menurut Dr A Zahoor, nama negara bagian seperti Alabama berasal dari kata Allah bamya. Sedangkan Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah. Sedangkan Tennesse dari kata Tanasuh. Selain itu, ada pula nama tempat di Amerika yang menggunakan nama-nama kota suci Islam, seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, serta Medina di Texas. Begitulah peradaban Islam turut mewarnai di benua Amerika.</p>
<p>Fakta Eksistensi Islam di Amerika</p>
<p>Tahun 999 M: Sejarawan Muslim Abu Bakar Ibnu Umar Al-Guttiya mengisahkan pada masa kekuasaan Khalifah Muslm Spanyol bernama Hisham II (976 M -1009 M), seorang navigator Muslim bernama Ibnu Farrukh telah berlayar dari Kadesh pada bulan Februari 999 M menuju Atlantik. Dia berlabuh di Gando atau Kepulauan Canary Raya. Ibnu Farrukh mengunjungi Raja Guanariga. Sang penjelajah Muslim itu memberi nama dua pulau yakni Capraria dan Pluitana. Ibnu Farrukh kembali ke Spanyol pada Mei 999 M.</p>
<p>Tahun 1178 M: Sebuah dokumen Cina yang bernama Dokumen Sung mencatat perjalanan pelaut Muslim ke sebuah wilayah bernama Mu-Lan-Pi (Amerika). Tahun 1310 M: Abu Bakari seorang raja Muslim dari Kerajaan Mali melakukan serangkaian perjalanan ke negara baru. Tahun 1312 M: Seorang Muslim dari Afrika (Mandiga) tiba di Teluk Meksiko untuk mengeksplorasi Amerika menggunakan Sungai Mississipi sebagai jalur utama perjalanannya.</p>
<p>Tahun 1530 M: Budak dari Afrika tiba di Amerika. Selama masa perbudakan lebih dari 10 juta orang Afrika dijual ke Amerika. Kebanyakan budak itu berasal dari Fulas, Fula Jallon, Fula Toro, dan Massiona &#8211; kawasan Asia Barat. 30 persen dari jumlah budak dari Afrika itu beragama Islam.</p>
<p>Tahun 1539 M: Estevanico of Azamor, seorang Muslim dari Maroko, mendarat di tanah Florida. Tak kurang dari dua negara bagian yakni Arizona dan New Mexico berutang pada Muslim dari Maroko ini. Tahun 1732 M: Ayyub bin Sulaiman Jallon, seorang budak Muslim di Maryland, dibebaskan oleh James Oglethorpe, pendiri Georgia. Tahun 1790 M: Bangsa Moor dari Spanyol dilaporkan sudah tinggal di South Carolina dan Florida.</p>
<p>Sequoyah, also known as George Gist Bukti lainnya adalah, Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika.</p>
<p>Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi.</p>
<p>Sejarawan Ivan Van Sertima dalam karyanya They Came Before Columbus membuktikan adanya kontak antara Muslim Afrika dengan orang Amerika asli. Dalam karyanya yang lain, African Presence in Early America, Van Sertima, menemukan fakta bahwa para pedagang Muslim dari Arab juga sangat aktif berniaga dengan masyarakat yang tinggal di Amerika.</p>
<p>Van Sertima juga menuturkan, saat menginjakkan kaki di benua Amerika, Columbus pun mengungkapkan kekagumannya kepada orang Karibian yang sudah beragama Islam. &#8220;Columbus juga tahun bahwa Muslim dari pantai Barat Afrika telah tinggal lebih dulu di Karibia, Amerika Tengah, Selatan, dan Utara,&#8221; papar Van Sertima. Umat Islam yang awalnya berdagang telah membangun komunitas di wilayah itu dengan menikahi penduduk asli.</p>
<p>Menurut Van Sertima, Columbus pun mengaku melihat sebuah masjid saat berlayar melalui Gibara di Pantai Kuba. Selain itu, penjelajah berkebangsaan Spanyol itu juga telah menyaksikan bangunan masjid berdiri megah di Kuba, Meksiko, Texas, serta Nevada. Itulah bukti nyata bahwa Islam telah menyemai peradabannya di benua Amerika jauh sebelum Barat tiba.</p>
<p>Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.</p>
<p>Dan tahukah anda? 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]<br />
. (ar/rpk/amf) <a href="http://www.suaramedia.com/">www.suaramedia.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalah07.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalah07.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalah07.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalah07.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalah07.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalah07.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalah07.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalah07.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalah07.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalah07.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalah07.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalah07.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalah07.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalah07.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=222&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalah07.wordpress.com/2011/05/08/misteri-penemu-benua-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/41dc65b4f50b87447ee1670e10320b4f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risalah07</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/05/benua-amerika.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">benua amerika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyebab Kerusakan di Bumi</title>
		<link>http://risalah07.wordpress.com/2011/04/26/penyebab-kerusakan-di-bumi/</link>
		<comments>http://risalah07.wordpress.com/2011/04/26/penyebab-kerusakan-di-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 07:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risalah07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nafs]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnul Qoyim al Jauziyah]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat yang Jahat]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab Kerusakan dibumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalah07.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Berkata imam ibnul Qoyyim pada kitab Zadul Maad(4/329) Barang siapa yang memiliki pengetahuan tentang keadaan alam ini dan juga awal kejadiannya, maka dia akan mengetahui apa yang telah menyebabkan seluruh kerusakan yang terjadi di udara, di darat, di laut dan juga kerusakan yang terjadi pada penghuninya. Dan senantiasa perbuatan anak adam, juga penyalisihan mereka terhadap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=219&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Berkata imam ibnul Qoyyim pada kitab Zadul Maad(4/329)</strong></p>
<p>Barang siapa yang memiliki pengetahuan tentang keadaan alam ini dan juga awal kejadiannya, maka dia akan mengetahui apa yang telah menyebabkan seluruh kerusakan yang terjadi di udara, di darat, di laut dan juga kerusakan yang terjadi pada penghuninya. Dan senantiasa perbuatan anak adam, juga penyalisihan mereka terhadap perintah perintah para utusan telah menyebabkan berbagai kerusalan secara khusus maupun secara umum, yang hal itu akan mendatangkan berbagai jenis penyakit, paceklik, kekeringan dan juga dicabutnya keberkahan hasil bumi yang musibah musibah tersebut datang silih berganti.</p>
<p align="center">Apabila engkau tidak puas dangan pemaparan ini, maka cukuplah bagimu firman Alloh:</p>
<p dir="RTL">ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [٣٠:٤١]</p>
<p>Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).</p>
<p>Sesungguhnya ayat ini menerangkan tentang perubahan pada alam semesta. Maka samakanlah antara yang terjadi di alam ini dengan ayat tersebut. Setiap kali manusia berbuat dzolim, Alloh taala akan menimpakan berbagai ketimpangan. Entah itu terjadi pada buah buahan, lingkungan hidup, kesehatan mereka juga pada akhlak mereka.</p>
<p>Sungguh dahulu biji biji gandum dan selainnya lebih besar dan lebih bagus dari yang ada sekarang. Demikian juga keberkahannya lebih besar. Imam Ahmad telah meriwayatkan dengan sanadnya, bahwasanya dia mendapati sebuah kantong di gudang penyimpanan hasil bumi milik Bani Umayyah yang didalamnya ada biji gandum sebesar isi kurma.Tertulis pada kantong tersebut “<em>ini adalah yang tumbuh di zaman yang penuh keadilan</em>”.</p>
<p>Dan kebanyakan berbagai macam penyakit dan kerusakan yang menyeluruh adalah sisa sisa dari adzab yang telah Alloh timpakan kepada umat umat terdahulu. Kemudian sisa adzab tersebut akan selalu mengintai dan akan menimpa orang orang yang berbuat seperti perbuatan umat umat terdahulu sebagai balasan yang setimpal dan putusan yang adil.</p>
<p>Dalam hal ini Rosululloh alaihissalam telah mengisyaratkan dengan sabda –Nya pada masalah Tho’un</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>إنّهُ بَقِيّةُ رِجْزٍ أَوْ عَذَابٍ أُرْسِلَ عَلَى بَنِي إسْرَائِيلَ</strong><strong></strong></p>
<p dir="RTL" align="right">Demikian juga Alloh juga telah menimpakan angin kepada suatu kaum tujuh malam delapan hari. Kemudian Alloh menyisakannya, dan pada yang semisalnya terdapat nasehat dan pelajaran.</p>
<p>            <span id="more-219"></span>Sungguh Alloh taala telah menjadikan tiap tiap perbuatan baik dan buruk  sebuah akibat dan pengaruh pada alam ini sebagai kensekuensi yang pasti terjadi. Maka Alloh menjadikan penahanan zakat dan sodaqoh menjadi sebab tertahannya hujan, kekeringan dan paceklik. Menjadikan perbuatan dzolim kepada orang miskin, pengurangan timbangan dan juga penindasan terhadap orang orang lemah sebagai sebab berkuasanya para pemimpin yang dzolim yang mereka tidak menaruh sedikitpun belas kasihan terhadap orang orang lemah.<strong> <span style="text-decoration:underline;">Ini sesungguhnya adalah wujud kedzoliman rakyat  yang  Alloh tampakkan pada diri para pemimpin mereka</span></strong>. Kerena sesungguhnya Alloh dangan hikmahnya membalas setiap perbuatan dengan balasan yang semisalnya. Kadang kadang berupa kekeringan, ada kalanya diserang olah musuh yang mereka tidak sanggup melawannya, juga kadang dikuasakan atas mereka  penguasa yang dzolim. Kadang juga dikuasakan syetan atas mereka yang membisikkan kepada perbuatan perbuatan yang mendatangkan adzab. Sebagai sebab terelisasinya takdir mereka, sehingga meka barjalan sesuai dengan apa yang Alloh takdirkan atas mereka. Maka orang yang berakal akan bisa memikirkan kejadian kejadian alam ini, sehingga dia mengetahui akan keadilan Alloh <em>subhanahu wataala</em>. Sehingga tatkala itu akan jelas baginya bahwasanya hanya Para Utusan dan pengikut mereka sajalah yang berada diatas jalan selamat. Sementara orang orang selain mereka berjalan menuju kebinasaan. <em>Sasungguhnya Alloh telah menjelaskan perkaranya,maka tidak ada yang bisa menghindar dari,Wabillahit taufiq</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Penyusun : Ustad Abu Khotob </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalah07.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalah07.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalah07.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalah07.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalah07.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalah07.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalah07.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalah07.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalah07.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalah07.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalah07.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalah07.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalah07.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalah07.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=219&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalah07.wordpress.com/2011/04/26/penyebab-kerusakan-di-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/41dc65b4f50b87447ee1670e10320b4f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risalah07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Mencuri Hak Cipta</title>
		<link>http://risalah07.wordpress.com/2011/04/25/hukum-mencuri-hak-cipta/</link>
		<comments>http://risalah07.wordpress.com/2011/04/25/hukum-mencuri-hak-cipta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 07:54:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risalah07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kitab]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Cipta]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Cipta Menurut Syariat]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Mencuri Hak Cipta]]></category>
		<category><![CDATA[Jenis-Jenis Hak Cipta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalah07.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Hak Hak Ma’nawiyyah (Hak Cipta)[1] Pembahasan ini adalah suatu permasalahan yang baru dalam Fiqh Islamy yang sedang dibahas olah “Majami’ Fiqh iyyah” dan juga beberapa ulama’, sampai sampai menjadi tema karya tulis di perguruan tinggi islam. Pembahasan ini menerangkan tentang hukum kepemilikian hak cipta dan pemanfaatannya. Seperti penjualan merek dagang, hak temuan dan pemikiran atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=213&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Hak Hak Ma’nawiyyah (Hak Cipta)<a title="" href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a></strong></p>
<p>Pembahasan ini adalah suatu permasalahan yang baru dalam <em>Fiqh Islamy</em> yang sedang dibahas olah “<em>Majami’ Fiqh iyyah</em>” dan juga beberapa ulama’, sampai sampai menjadi tema karya tulis di perguruan tinggi islam. Pembahasan ini menerangkan tentang hukum kepemilikian hak cipta dan pemanfaatannya. Seperti penjualan merek dagang, hak temuan dan pemikiran atau ide, hak tulis dan pencetakan<a title="" href="#_ftn2">[2]</a>, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan karya ilmiyyah lainnya.</p>
<p>Hak cipta adalah hak eksklusif Penciptaan atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuanga gagasan atau atau informasi tertentu.</p>
<p>Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan dan tidak sabatas suatu ciptaan. Pada umumnya pula hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.<a title="" href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>HAK HAK MAKNAWIYYAH YANG MENDAPAT PERLINDUNGAN DALAM ISLAM </strong></p>
<p>1.       Hasil pemikiran yang ada sisi penemuannya. Dari sini, maka suatu pemikiran yang mendapatkan perlindungan tidak disyaratkan murni dari suatu penemuan, akan tetapi cukuplah pemikiran tersebut memiliki sisi pembaharuan dan bukan pengulangan dari karya ilmiyyah yang lain.</p>
<p>2.       Pada karya ilmiyyah yang bermanfaat. Karena Islam telah mewajibkan kepada pemeluknya untuk menuntut ilmu, diwaktu yang sama juga menetapkan jenis ilmu yang wajib untuk dicari dan dihasilkan, dan hal itu disyaratkan harus pada ilmu ilmu yang bermanfat. Dan termasuk dari doanya Rosululloh:<a title="" href="#_ftn4">[4]</a> <strong>(</strong><strong>اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا</strong>)dan Beliau juga memohon perlindungan dari ilmu yang bermanfaat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Huroiroh bahwasanya Rosululloh bersabda:<strong> <a title="" href="#_ftn5"><strong>[5]</strong></a>(</strong><strong>اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع</strong><strong>)</strong></p>
<p>Atas dasar ini maka tidak ada tanggung jawab dalam melanggar atau menghilangkan karya tulis ataupun penemuan yang hukumnya haram dan menyelisihi syareat. Imam Syaukani telah menukil dari para ulama’ hukum kitab yang berisi keyakinan yang sesat, dan salinannya yang berada pada manusia semisal kitab ( <em>Fususul Hikam</em> ) dan ( <em>Al Futuhat</em> ) oleh Ibn ‘Arobi, dan kitab  ( <em>Khol’u Na’lain</em> ) oleh Ibn Qisi dan juga syairnya Ibnul Faridh dan yang lainnya. Maka hukum kitab kitab semacam ini adalah hendaknya dimusnahkan dengan cara dibakar dan ditenggelamkan kedalm air.<a title="" href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p>Untuk itu berkata Ibn Qoyyim : “Begitu juga tidak ada denda dari sebab membakar dan memusnahkan kitab kitab yang menyesatkan. Berkata Al Marudzi: ‘Aku berkata kepada Ahmad: “Saya telah meminjam sebuah kitab yang didalamnya berisi sesuatu yang menyimpang, bagaimana pendapatmu? Apa saya harus membakarnya?. Imam Ahmad menjawab: “Ya, sungguh Nabi melihat sebuah kutipan dari Taurot yang dibawa oleh Umar, karena keheranan Beliau(Umar) kutipan tersebut sesuai dengan Al Quran (pada beberapa permasalahan). Tiba tiba berubahlah wajah Nabi karena marah sehingga pergilah Umar ke sebuah tungku (perapian) dan melemparkan kutipan tersebut kedalamnya.”</p>
<p>Maka semua buku semacam ini tidak bisa ditolerir, bahkan diizinkan oleh syareat untuk dimusnahkan, dan alngkah bahayanya atas umat ini. Sesungguhnya Para Sahabat telah membakar seluruh mushaf yang menyelisihi mushaf Ustman tatkala mereka hawatir akan terjadi perselisihan dalam tubuh umat ini, maka bagaimana jika mereka melihat kitab kitab semacam ini yang menyebabkan perselisihan dan perpecahan pada umat ini. Maka kesimpulannya kitab kitab yang mengandung kedustaan, kebid’ahan, kesesatan, wajib untuk dimusnahkan, dari pada alat alat musik dan bejana bejana khomer. Karena bahayanya labih besar dari pada bahaya yang ada pada mushaf yang menyelisihi mushafnya Utsman.</p>
<p><strong><span id="more-213"></span>PANDANGAN FUQOHA’ TENTANG PERLINDUNGA HAK CIPTA</strong></p>
<p>Banyak dari para ahli fiqih yang berpendapat atas bolehnya menjaga hak hak maknawiyyah, karena barang siapa yang lebih dahulu memiliki gagasan, penemuan, maupun tulisan, maka hal itu adalah hak eksklusif baginya. Dalam hadits Rosululloh bersabda:</p>
<p align="center"><strong>&#8221; من سبق إلى ما لم يسبق إليه مسلم فهو أحق به &#8220;<a title="" href="#_ftn7"><strong>[7]</strong></a> </strong></p>
<p>            Karya tulis dan penemuan merupakan buah karya dari pelakunya. Dan Rosululloh mengatakan:</p>
<p dir="RTL" align="center"><strong>&#8221; أطيب الكسب عمل الرجل بيده ، و كل بيع مبرور &#8221; .<a title="" href="#_ftn8"><strong>[8]</strong></a></strong></p>
<p>            Dan apa yang telah yang dilakukan olah para ulama’ tedahulu merupakan bukti bahwa apa yang telah mereka tulis (karya mereka) adalah murni milik mereka. Kalaulah buka milik mereka, tentunya mereka tidak mengambil imbalan dari karya mereka. Inilah Abu Nuaim Al Asbahani beliau menjual kitabnya “Al Hilyah”di Naisabur seharga 400 dinar.Dan bukanlah ini harga kertas dan biaya penyalinan. Dan ini dia Al Hafidz Ibn Hajar, salah satu raja meminta salinan kitabnya dengan perentaraan ulama’nya  untuk dikirimkan kepadanya, maka beliau menjual seharga 300 dinar.</p>
<p>Bahkan senantiasa manusia sejak adanya penulisan sampai hari ini mereka memanfaatkan karya tulis dengan berbagai mecam pemanfaatan dari menjual, meminjamkan, mewakafkan, menghadiahkan, dan yang lainnya tanpa ada pengingkaran.</p>
<p>Penemuan dan hasil pemikiran dalam pandangan fiqh islami mirip dengan ‘hasil yang terpisah dari asalnya’ dan itu merupakan manfaat dari sebuah ilmu yang bermanfaat. Sebab itu Rosululloh berdoa :<strong> </strong><strong>اللهم إني أسألك علما نافعا</strong><strong> </strong>,dan Rosululloh juga bersabda :</p>
<p align="center"><a title="" href="#_ftn9">[9]</a><strong>&#8221; إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جارية أو <span style="text-decoration:underline;">علم ينتفع به</span> أو ولد صالح يدعو له &#8220;</strong><strong></strong></p>
<p> Maka ilmu merupakan sumber manfaat, dan menfaat memiliki nilai dan harga, bahkan manfaat merupakan penentu suatu harga dan kadarnya.</p>
<p>Dan layak bagi kami untuk menyebutkan ketetapan ‘ <em>Majma’ fiqh Islami</em>’yang berhubungan dengan hak hak maknawiyyah, yaitu sebagai berikut:</p>
<p dir="RTL"><strong>          </strong><strong>إن مجلس مجمع الفقه الإسلامي المنعقد في دورة مؤتمره الخامس بالكويت من 1-6 جمادى الأول 1409هـ الموافق10-15 كانون الأول (ديسمبر)1988م،</strong></p>
<p dir="RTL"><strong>بعد اطلاعه على البحوث المقدمة من الأعضاء والخبراء في موضوع الحقوق المعنوية ، واستماعه للمناقشات التي دارت حوله ،</strong></p>
<p dir="RTL"><strong>قرر ما يلي :</strong><strong></strong></p>
<p dir="RTL"><strong>     </strong><strong><span style="text-decoration:underline;">أولاً</span></strong><strong> : الاسم التجاري ، والعنوان التجاري ، والعلامة التجارية ، والتأليف والاختراع أو الابتكار ، هي حقوق خاصة لأصحابها، أصبح لها في العُرف المعاصر قيمة مالية معتبرة لتموّل الناس لها . وهذه الحقوق يعتد بها شرعاً ، فلا يجوز الاعتداء عليها .</strong></p>
<p dir="RTL"><strong>    </strong><strong>ثانياً</strong><strong> : يجوز التصرف في الاسم التجاري أو العنوان التجاري أو العلامة التجارية ونقل أي منها بِعِوَض مالي ، إذا انتقى الغرر والتدليس والغش ، باعتبار أن ذلك أصبح حقاً مالياً .</strong></p>
<p dir="RTL"><strong>    </strong><strong>ثالثا</strong><strong>ً : حقوق التأليف والاختراع أو الابتكار مصونة شرعاً ، ولأصحابها حق التصرف فيها ، ولا يجوز الاعتداء عليها . والله أعلم<a title="" href="#_ftn10"><strong>[10]</strong></a></strong></p>
<p>            Majma’ Fiqh Islami pada muktamarnya yang ke-5 yang diadakan di Kuwait pada tanggal 1-6 Jumadal Ula 1409 H yang bertepatan dengan tanggal 10-15 Desember 1988 M.</p>
<p>Setelah pihak lajnah meneliti pembahasan yang diajukan oleh anggota sidang dan orang orang yang kompeten di bidangnya pada permasalahan ‘hak hak maknawiyyah’ serta mendengarkan <em>munaqosah</em> (diskusi) yang berhubungan dengan masalah tersebut, maka pihak lajnah memutuskan sebagai berikut:</p>
<p>1.      Bahwa merek, trade mark, simbol dagang, karya tulis, penemuan adalah merupakan hak khusus pemiliknya, yang memiliki nilai dan menjadi sebuah harta bagi manusia. Dan hak ini dilindungi oleh syareat maka tidak boleh untuk dilanggar.</p>
<p>2.      Diperbolehkan memenfaatkan merek dagang ataupun simbolnya dangan mendapatkan ganti(dijual)kepada siapapun apabila telepas dari penipuan, karena hak maknawi tersebut sudah menjadi sebuah harta.</p>
<p><em>3.      </em>Hak penulis, penggandaan, penemuan adalah dilindungi secara syareat. Dan bagi pemiliknya memiliki hak untuk memenfaatkan dan tidak boleh bagi orang lain untuk melanggarnya. <em>Wallohu a’lam </em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Penyusun :Ust.Muhammad Kurnaen Abu Khotob<em>  </em></strong><strong><em></em></strong></p>
<p align="right">
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref1">[1]</a> Pembahasan ini dinukil dari kitab <em>Masail Fiqhiyyah Muashiroh</em></p>
<p>oleh Abdur Rohman bin Abdulloh Assanad, dengan perubahan seperlunya.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref2">[2]</a> <em>Masail muasiroh</em></p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref3">[3]</a> Wikipedia Bahasa Indonesia</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref4">[4]</a> Shohih <em>Jami’ Shohih Al Adzkar oleh Albany</em> 5/6</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref5">[5]</a> Shohih <em>Ta’liqot hisan ala shohih ibn Hibban</em> 1/302</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref6">[6]</a> Ini merupakan wewenang panagak hukum.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref7">[7]</a> Dho’if  <em>Mukhtasor Irwa’ Gholil</em> 1/307.akan tetapi para ulama’ usul telah membuat satu qoidah</p>
<p>&#8220;  من سبق إلى مباحات فهو أحق بها &#8221; liahat <em>Qowaid wal usul jamiah</em> oleh Syaikh Sa’di</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref8">[8]</a> Shohih <em>Silsilah Shohihah</em> 2/106</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref9">[9]</a> Shohih <em>Irwa’ Gholil</em> 6/28</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref10">[10]</a> Ketetapan <em>Majma’ Fiqh Islamy</em> 1/48</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalah07.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalah07.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalah07.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalah07.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalah07.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalah07.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalah07.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalah07.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalah07.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalah07.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalah07.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalah07.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalah07.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalah07.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=213&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalah07.wordpress.com/2011/04/25/hukum-mencuri-hak-cipta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/41dc65b4f50b87447ee1670e10320b4f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risalah07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maktabah Syamilah di Linux</title>
		<link>http://risalah07.wordpress.com/2011/04/17/maktabah-syamilah-di-linux/</link>
		<comments>http://risalah07.wordpress.com/2011/04/17/maktabah-syamilah-di-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 09:39:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risalah07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kitab]]></category>
		<category><![CDATA[Cara install Maktabah Syamilah di linux]]></category>
		<category><![CDATA[Maktabah Elkirtass]]></category>
		<category><![CDATA[Maktabah Syamillah dilinux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalah07.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah,sekarang kalo pake linux kita gak pake pusing lagi kalo mau instal maktabah syamilah, mikirin instal wine lah, inilah, itu lah biar maktabah syamilah bisa jalan di linux,dan akhirnya gak jadi deh make linux gara-gara puyeng install maktabah syamilah. Karena sekarang udah ada maktabah syamilah buat linux, namanya Maktabah Elkirtass, maktabah ini dibuat oleh teman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=206&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah,sekarang kalo pake linux kita gak pake pusing lagi kalo mau instal maktabah syamilah, mikirin instal wine lah, inilah, itu lah biar maktabah syamilah bisa jalan di linux,dan akhirnya gak jadi deh make linux gara-gara puyeng install maktabah syamilah. Karena sekarang udah ada maktabah syamilah buat linux, namanya <a title="Maktabah Elkirtass" href="http://elkirtasse.22web.net" target="_blank">Maktabah Elkirtass</a>, maktabah ini dibuat oleh teman kita Abu Zakaria dari Aljazair (Jazahullah khairan katsira)<br />
Jadi, menurut ana <strong>Maktabah Elkirtas</strong> ini adalah “maktabah syamilah” yang paling bagus dan powerfull untuk versi linux. Di makktabah Elkirtas ini ada lebi dari 1900 buku-buku yang lagsung bisa di baca dan yang jelas gak pake repot .<br />
Mengapa ana katakan Maktabah Elkirtass ini ini adalah “maktabah syamilah” yang paling bagus dan powerfull untuk versi linux? berikut beberapa kelebihannya dari hasil reserarch(yahahu ) yang ane lakukan  :</p>
<ul>
<li>Adanya fasilitas newtab, memudahkan pengguna dalam mengakses kitab-kitab yang akan dibaca</li>
<li>Anda bisa mengubah warna-warna pada maktabah Elkirtass</li>
<li>Anda bisa langsung mencetak tanpa perlu copas ke text editor.</li>
<li>Anda juga misa mengubah font sesuka hati anda</li>
<li>Kemampuan menyimpan kitab-kitab ke format .odf, .pdf, dan .html</li>
<li>Lebih mudah dalam search engine kitab-kitab (berdasarkan kitab atau topik)</li>
<li>Anda bisa menghilangkan dan menimbulkan harakat pada kitab-kitab yang anda baca</li>
<li>Tampilan lebih nyaman dan enak dipandang</li>
<li>Anda bisa menambahkan kitab-kitab yang kurang</li>
<li>Bila ada kitab yang salah, anda dapat mengedit kitab tersebut</li>
<li>Anda juga bisa menghapus kitab yang ingin anda hapus</li>
<li>Bisa meimprort buku dari maktabah syamilah dengan format .bok atau .mdb</li>
</ul>
<p>Dan masih banyak lagi kelebihan maktabah Elkirtas yang belum sempat ane tulis karena keterbatasan waktu.</p>
<p><strong>Dimana donloadnya?</strong><br />
Bagi antum-antum yang gak sabar download maktabah Elkirtass, silahkan download versi terbaru (v2) di bawah ini :</p>
<table width="100%" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://www.4shared.com/file/1_wWHeld/elkirtasse-200-1i586-mdv.html" target="_blank">elkirtasse-2.00-1.i586-mdv.rpm</a></td>
<td>mandriva</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.4shared.com/file/SN1xJ_KZ/elkirtasse-200-ubuntu-104.html" target="_blank">elkirtasse-2.00-ubuntu-10.4.deb</a></td>
<td>ubuntu</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.4shared.com/file/YLteChWX/elkirtasse-200-1i586-suse.html" target="_blank">elkirtasse-2.00-1.i586-suse.rpm</a></td>
<td>open suse</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://bitbucket.org/a_atalla/general-uploads/downloads/elkirtasse-2.00-1.i386.rpm" target="_blank">elkirtasse-2.00-1.i386.rpm</a></td>
<td>FEDORA</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.4shared.com/file/n7vmQhs1/elkirtasse-200-linux-qt46.html" target="_blank">elkirtasse-2.00-linux-qt4.6.bin</a></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>untuk meginstal Maktabah Elkirtass harus diinstal terlebih dahulu LIBQTGUI  dan LIBQTXML (alhamdulillah saya sendiri telah berhasil mengistal maktabah ini di sabily dan juga blankon sajadah,caranya setelah selesai didownload langsung copy paste ke home dan untuk file dengan fersi .deb bisa langsung diinstall dengan mendoble klik file tsb. untuk versi (3)klik <a title="Maktabah Elkirtass" href="http://elkirtasse.22web.net" target="_blank">disini</a></p>
<p><strong>Trus, mana link kitab-kitabnya?</strong></p>
<p>Oke, untuk link semua kitab-kitabnya anda bisa donload di<a href="http://dl.dropbox.com/u/6026273/Allbooks.zip" target="_blank">sini</a> , atau anda ingin mendownload kitab per bagian-bagian saja bisa lewat <a href="http://aatalla.p2h.info/listbook.html" target="_blank">sini</a>.</p>
<p>Nah, setelah kitabnya udah di donload, langung ekstrak dan import ke direktori /.kirtasse/books atau bisa setelah diinstall maktabah Elkitass dilinux jalankan maktabahnya tambahkan kitabnya melalui <a title="cara menambahkan kitab" href="http://elkirtasse.22web.net/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=84&amp;Itemid=61" target="_blank">ملف</a>  pilih bagian penambahan kitabnya.</p>
<p>Atau mungkin anda tidak puas dengan kitab yang ada dan ingin menambah lagi perbendaharaan kitab, bisa anda download di<a href="http://sites.google.com/site/kirtase/downbook/allbooks">sini</a> (terdapat lebuh dari 7000 kitab)</p>
<p>bagi anda yang tidak puas denga tulisan ane silahkan baca di<a href="http://www.linuxac.org/forum/showthread.php?42618-%C7%E1%C7%D5%CF%C7%D1-%C7%E1%CB%C7%E4%ED-%E3%E4-%E3%DF%CA%C8%C9-%C7%E1%DE%D1%D8%C7%D3&amp;highlight=%E3%DF%CA%C8%C9+%C7%E1%DE%D1%D8%C7%D3" target="_blank">sini</a> dan di<a href="http://qt-ar.org/community/viewtopic.php?f=16&amp;t=297&amp;p=1681#p1681">sini</a></p>
<p>Mungkin itu saja sekelumit info dari ane, terakhir ana mohon doa dari antum-antum semua agar diberikan Allah kemudahan untuk menyelesaikan full tutorial instalasi dan penggunaan maktabah elkirtasse di linux. Wallahu a’lam bishowab…</p>
<p>sumber : http://muslihzarth.wordpress.com/2010/10/31/maktabah-elkirtas-maktabah-syamilah-di-linux</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalah07.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalah07.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalah07.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalah07.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalah07.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalah07.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalah07.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalah07.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalah07.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalah07.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalah07.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalah07.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalah07.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalah07.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=206&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalah07.wordpress.com/2011/04/17/maktabah-syamilah-di-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/41dc65b4f50b87447ee1670e10320b4f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risalah07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demontrasi Saat Umar Masuk Islam?</title>
		<link>http://risalah07.wordpress.com/2011/04/04/demontrasi-saat-umar-masuk-islam/</link>
		<comments>http://risalah07.wordpress.com/2011/04/04/demontrasi-saat-umar-masuk-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 07:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risalah07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah-Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Demontrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaruh Jelek Kisah ini]]></category>
		<category><![CDATA[Umar bin Khotob]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalah07.wordpress.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Al Kisah Singkat cerita, Umar bin Khothob berkata: ”Saat Alloh memberiku hidayah untuk masuk islam, sayapun mengucapkan kalimat La Ilaha Illallohu, tidak ada seorangpun yang lebih saya cintai melebihi Rosululloh. Lalu saya bertanya kepada saudariku: Dimanakah Rosululloh berada ?.” Dia menjawab: Beliau berada di rumah Arqom bin Abil Arqom, dibukit Shofa.” Sayapun berangkat ke sana, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=201&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Al Kisah</strong></p>
<p>Singkat cerita, <strong>Umar bin Khothob</strong> berkata:</p>
<p>”Saat Alloh memberiku hidayah untuk masuk islam, sayapun mengucapkan kalimat La Ilaha Illallohu, tidak ada seorangpun yang lebih saya cintai melebihi Rosululloh. Lalu saya bertanya kepada saudariku: Dimanakah Rosululloh berada ?.” Dia menjawab: Beliau berada di rumah Arqom bin Abil Arqom, dibukit Shofa.”</p>
<p>Sayapun berangkat ke sana, saat itu Hamzah sedang berada bersama para sahabat lainnya, sedang Rosululloh di ruang dalam rumah. Segera saya mengetuk pintu, para sahabat langsung berkumpul, Rosululloh segera keluar seraya bertanya: Kenapa kalian ? Mereka menjawab: “Ada Umar, wahai Rosululloh.” Rosululloh pun keluar dan langsung mencengkram kerah bajuku lalu melepasnya, tiba-tiba saya tidak bisa menguasai diriku dan langsung terduduk. Lalu Rosululloh bersabda: “Tidakkah engkau beriman wahai Umar ?”</p>
<p>Sayapun langsung berkata: Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak di sembah melainkan Alloh, tiada sekutu bagi Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rosul Nya.” orang-orang yang berada dirumah segera bertakbir dengan suara keras sampai terdengar di Masjidil harom.” Sayapun lalu berkata: Wahai Rosululloh, bukankah kita diatas kebenaran ? baik kita mati ataupun hidup ? Rosululloh menjawab: Ya, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan Nya, kalian berada diatas kebenaran baik kalian mati ataupun hidup.” Maka saya bertanya lagi: “Kalau begitu, kenapa kok sembunyi-sembunyi ? Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, engkau harus keluar.” Maka kami keluar dengan dua barisan, satu barisan di pimpin Hamzah dan yang satunya lagi saya pimpin sehingga kami mendatangi Masjid. Orang-orang Quraisy saat melihat saya dan Hamzah merasa mendapakan pukulan berat yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.”</p>
<p><strong>Derajat Kisah Ini</strong></p>
<p>Kisah ini sangat lemah sekali bahkan bisa jadi palsu.</p>
<p><strong>Takhrij Kisah <a href="http://ahmadsabiq.com/2010/06/30/demonstrasi-saat-umar-masuk-islam/#_ftn1">1</a></strong></p>
<p>Kisah ini diriwayatkan oleh <strong>Abu Nu’aim</strong> dalam Hilyatul Auliya’ 1/40 berkata: Telah menceritakan kepada kami <strong>Muhammad bin Ahmad bin Hasan</strong>, berkata: “Telah menceritakan kepada kami <strong>Muhammad bin Utsman bin Abi Syaibah</strong> berkata: “Telah menceritakan kepada kami <strong>Abdul Hamid bin Sholih</strong> berkata: “Telah menceritakan kepada kami <strong>Muhammad bin Aban</strong> dari <strong>Ishaq bin Abdulloh</strong> dari <strong>Aban bin Sholih</strong> dari <strong>Mujahid</strong> dari <strong>Ibnu Abbas</strong> dari <strong>Umar bin Khothob</strong>.</p>
<p><strong>Abu Nu’aim</strong> juga meriwayatkan kisah ini dalam Dala’ilun Nubuwwah no: 194 dengan sanad yang sama.</p>
<p><strong>Sisi Kelemahan Kisah</strong></p>
<p>Kisah ini lemah dari sisi sanad maupun matan, Adapun dari sisi sanad adalah karena terdapat seorang yang bernama <strong>Ishaq bin Abdulloh bin Abi Farwah</strong>.</p>
<ul>
<li><strong>Imam An Nasa’i</strong> berkata: Dia seorang yang matruk (orang yang ditinggalkan haditsnya)</li>
<li><strong>Imam Bukhori</strong> berkata: Para ulama’ meninggalkannya</li>
<li><strong>Imam Baihaqi</strong> berkata: Dia matruk</li>
<li><strong>Imam Yahya bin Ma’in</strong> berkata: Dia pendusta</li>
<li><strong>Imam Ibnu Hibban</strong> berkata: Dia membolak-balikkan sanad, memarfukkan hadits mursal, dan Imam      Ahmad melarang meriwayatkan haditsnya.</li>
</ul>
<p>Dan keterangan yang senada dengan ini datang dari para ulama’ lainnya (Lihat Tahdzibul Kamal Al Mizzi 2/57/362, Adh Dhu’afa’ wal Matrukin oleh <strong>An Nasa’i</strong> no: 50, Adh Dhu’afa’ Al Kabir oleh <strong>Al Bukhori</strong> no: 20, Adh Dhu’afa’ wal Matrukin oleh <strong>Al Baihaqi</strong> no: 94, Al Majruhin oleh <strong>Ibnu Hibban</strong> 1/131, Al Jarh wat Ta’dil oleh <strong>Ibnu Abi Hatim</strong> no: 792, Al Kamil oleh <strong>Ibnu Adi</strong> 1/326 dan lainnya)</p>
<p><strong>Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz</strong> menjelaskan bahwa kisah ini lemah karena bersumber dari <strong>Ishaq bin Abdulloh bin Abi Farwah</strong>, sedangkan dia adalah rowi yang lemah dan tidak dapat dijadikan hujjah. Seandainya kisah ini shohih, maka harus difahami bahwa kejadian ini di awal masa Islam yakni sebelum sempurnanya syari’at. (Lihat Majmu’ Fatawa wal Maqolat 8/257)</p>
<p><strong>Kelemahan Kisah dari Sisi Matan</strong></p>
<p>Kisah ini bertentangan dengan beberapa riwayat shohih yang menceritakan tentang kisah masuk islamnya Umar, diantaranya:</p>
<p><strong>Imam Bukhori</strong> dalam Shohih beliau no: 3865 pada bab: “Islamnya Umar bin Khothob” meriwayatkan dari <strong>Abdulloh bin Umar</strong> berkata:</p>
<p>“Tatkala Umar masuk islam, maka orang-orang berkumpul di rumahnya seraya berkata: “Umar telah keluar dari agama nenek moyangnya.” Mereka katakan itu sedang saat itu saya masih kecil yang sedang berada diatas loteng rumah. Tiba-tiba datanglah seseorang yang memakai kain sutra lalu berkata: “Apakah yang kalian katakan ini ? padahal saya adalah tetangganya.” Akhirnya orang-orang tersebut pun bubar. Saya bertanya: Siapa ia ? mereka menjawab: “Dia al Ash bin Wa’il.”</p>
<p><strong>Imam Ibnu Katsir</strong> dalam Bidayah Wan Nihayah 3/81 meriwayatkan kisah masuk islamnya Umar, beliau berkata: Berkata <strong>Ibnu Ishaq</strong>:</p>
<p>Telah menceritakan kepadaku Nafi’ maula Ibnu Umar dari Ibnu Umar berkata: “Tatkala Umar masuk islam, maka beliau bertanya: Siapa orang Quraisy yang paling bisa untuk menyebarkan berita ? Ada yang menjawab: Dia Jamil bin Ma’mar al Jumahi.” Maka Umar pun berangkat kepadanya.” Sesampainya disana, maka Umar berkata: “Saya beritahukan kepadamu wahai Jamil, bahwa saya telah memeluk agama islam dan saya telah masuk dalam agamanya Muhammad.”</p>
<p>Segera Jamil berdiri menyeret bajunya ke Masjidil Harom, Umar pun mengikutinya dan saya juga ikut. Saat iu orang-orang Quraisy sedang berada di tempat berkumpul mereka, maka jamil berteriak sekerasnya: “Ketahuilah bahwa Umar bin Khothob telah murtad dari agama nenek moyang.” Maka dibelakangnya Umar berkata: “Dia berdusta, yang benar saya telah memeluk agama islam, saya bersaksi bahwa tiada Illah yang berhak disembah melankan Alloh dan Muhammad adalah utusan Nya.” Spontan orang-orang Qurasiy menyerangnya dan dia juga menyerang mereka, Mereka berhasil mengalahkan Umar. Saat itu tiba-tiba datanglah seorang lak-laki lalu berkata: Ada apa dengan kalian ? mereka menjawab: “Umar telah murtad dari agama nenek moyangnya.” Dia berkata: Berhentilah kalian, dia hanya memilih sesuatu untuk dirinya sendiri, lalu apa yang kalian inginkan ? apakah kalian menyangka bahwa bani ‘Adi (kabilahnya Umar-pent) akan membiarkan Umar untuk kalian ? bebaskan dia.”</p>
<p>Segera orang-orang Quraisy tersebut bubar dan membebaskannya.</p>
<p><span id="more-201"></span>Berkata Ibnu Umar: Sayapun bertanya kepada bapakku saat sudah hijroh ke Madinah: Wahai bapakku, siapakah laki-laki yang membubarkan orang Quraisy saat engkau masuk islam ? Umar menjawab: Dia Al Ash bin Wa’il as Sahmi.”</p>
<p>Kisah ini shohih, <strong>Al Hakim</strong> berkata: Shohih menurit syarat Muslim, dan disepakati oleh <strong>Adz Dzahabi</strong>, <strong>Imam Ibnu Katsir</strong> berkata: “Sanad kisah ini bagus.”</p>
<p><strong>Syaikh Ali Al Hasyisy</strong>:</p>
<p>“Kisah ini menunjukkan bahwa masuk islamnya Umar agak lambat, karena saat perang Uhud yang terjadi tahun tiga Hijriyah, umur Ibnu Umar saat itu empat belas tahun, sedangkan saat Umar masuk islam, dia sudah tamyiz, maka berarti masuk islamnya Umar sekitar empat tahun sebelum hijroh, sekitar sembilan tahun setelah diutusnya Rosululloh.”</p>
<p>Yang semakin menunjukkan kelemahan kisah demonstrasi diatas bahwa saat Umar masuk islam maka beliau ada rasa takut akan ancaman orang-orang Qurasiy, sebagaimana yang diriwayatkan oleh <strong>Imam Bukhori</strong>: 3864 dari <strong>Abdulloh bin Umar</strong> berkata:</p>
<p>“Saat Umar sedang dirumah ketakutan, tiba-tiba datanglah Al Ash bin Wail as Sahmi, dia berasal dari bani Sahm dan mereka adalah sekutu kami saat jahiliyyah. Dia berkata: “Ada apa denganmu ? Umar menjawab: Orang-rang menyangka bahwa mereka akan membunuhku kalau saya masuk islam.” Dia berkata: Mereka tidak akan bisa menyakitimu.” Lalu keluarlah Al Ash dan dia bertemu dengan orang-orang datang. Dia berkata: Kalian mau kemana ? mereka menjawab: Kami ingin ke Umar bin Khothob.” Al Ash berkata: Kalian tidak ada jalan untuk menyakitinya.” Akhirnya orang-orang itupun balik mundur kembali.”</p>
<p><strong>Pengaruh Jelek Kisah Ini</strong></p>
<p>Kisah ini sering digunakan sebagian kalangan untuk melegalkan aksi demonstrasi yang akhir-akhir ini sangat marak.</p>
<p>Ketahuilah wahai saudaraku seiman, bahwa kisah ini sama sekali bukan dalil atas bolehnya domonstrasi. Hal ini bisa ditinjau dari beberapa hal, diantaranya:</p>
<ol>
<li>Kisah ini lemah bahkan bisa jadi palsu, sedangkan      hadits lemah tidak bisa dijadikan hujjah untuk menetapkan suatu hukum      dengan kesepakatan para ulama</li>
<li>Anggaplah hadits ini shohih, maka hal ini terjadi di      awal masa islam sebelum sempunanya syariat islam sebagaimana yang      dikatakan oleh Syaikh bin Baaz diatas.</li>
<li>Kalau kita menghayati ayat-ayat al Qur’an dan As Sunnah      dan kaedah-kaedah syar’i, maka akan kita pastikan bahwa demontrasi tidak      diperbolehkan dan bukan termasuk ajaran islam, berdasarkan beberapa hal      berikut:
<ol>
<li>Mengingkari kemungkaran dengan demonstrasi tidak       pernah diajarkan oleh Rosululloh, dan tidak pernah diamalkan oleh para       sahabat serta para ulama’ setelahnya. Padahal Rosululloh bersabda:</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>“Barang siapa yang mengamalkan sebuah perbuatan yang tidak ada contohnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak.”<br />
(Bukhori Muslim)</p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Demonstrasi produk orang kafir dan merupakan tasyabuh       dengan cara mereka, padahal Rosululloh bersabda:</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><strong>من تشبه بقوم فهو منهم </strong><strong></strong></p>
<p>“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.”<br />
(HR. Ahmad 2/50 dan lainnya dengan sanad shohih, lihat al Irwa’: 1269)</p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Kerusakan yang ditimbulkan lebih banyak daripada       maslahat yang diharapkan. Hal ini sangat nampak sekali bagi yang       memperhatikan semua aksi demo yang ada dinegeri kita. Wanita keluar       rumah, campur bawur antara laki-laki dengan wanita yang bukan mahrom,       mengganggu maslahat umum dengan macetnya jalan dan lainnya, membuat       masyarakat takut dan khawatir, dan tidak sedikit mengakibatkan kerusakan       gedung maupun lainnya.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Berkata Imam Ibnul Qoyyim:</p>
<p>“Apabila seorang merasa kesulitan tentang hukum suatu masalah, apakah boleh ataukah haram, maka hendaklah dia melihat kepada mafsadah (kerusakan) dan hasil yang ditimbulkan olehnya. Apabila tenyata sesuatu tersebut mengandung kerusakan yang lebih besar, maka sangatlah mustahil bila syari’at Islam memerintahkan atau memperbolehkannya bahkan yang dipastikan adalah keharamannya. Lebih-lebih apabila hal tersebut menjurus kepada kemurkaan Allah dan Rasul-Nya, maka seorang yang cerdik tidak akan ragu akan keharamannya.”<br />
(Lihat Madarijus Salikin 1/496)</p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Rosululloh mengajarkan kalau melihat kemungkaran       penguasa maka hendaklah menasehatinya secara rahasia, bukan di bongkar       didepan umum serta bersabar atas kedholiman mereka sambil terus       memperbaiki diri dan berdo’a untuk mereka.Rosululloh bersabda:</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><strong>من أراد أن ينصح لذي سلطان في أمر فلا يبده علانية ولكن ليأخذ بيده فيخلوا به فإن قبل منه فذاك وإلا كان قد أدى الذي عليه</strong><strong></strong></p>
<p>Barang siapa yang ingin menasehati penguasa, maka jangalah menampakkannya, namun hendaklah dia menasehatinya sendirian, jika dia menerimanya, maka itulah yang diharapkan, namun jika tidak menerima, maka dia telah menunaikan kewajibannya.”<br />
(Hadits shohih, lihat Dhilalul Jannah syaikh Al Albani 1097)</p>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Para ulama ahlus sunnah sejak dahulu sampai sekarang       tidak ada yang memperbolehkan aksi semacam ini.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Wallohu a’lam</p>
<div>
<hr size="1" />
</div>
<p><a href="http://ahmadsabiq.com/2010/06/30/demonstrasi-saat-umar-masuk-islam/#_ftnref1">1</a> Disarikan dari dirosah Syaikh Ali Al Hasyisy dalam majalah At Tauhid Mesir</p>
<p>dikutip dari : http://ahmadsabiq.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalah07.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalah07.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalah07.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalah07.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalah07.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalah07.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalah07.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalah07.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalah07.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalah07.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalah07.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalah07.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalah07.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalah07.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=201&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalah07.wordpress.com/2011/04/04/demontrasi-saat-umar-masuk-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/41dc65b4f50b87447ee1670e10320b4f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risalah07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Dari Perang Uhud</title>
		<link>http://risalah07.wordpress.com/2011/02/12/pelajaran-dari-perang-uhud/</link>
		<comments>http://risalah07.wordpress.com/2011/02/12/pelajaran-dari-perang-uhud/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 06:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>risalah07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah-Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibroh dari perang Uhud]]></category>
		<category><![CDATA[Mentaati Perintah Rasululloh]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Uhud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://risalah07.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Kisah adalah salah satu media yang sangat penting dan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap orang yang mempelajarinya. Oleh karena itu Alloh Aza wa jalla   memerintahkan kepada Nabi Muhammad  Shalallohu ‘alaihi wasalam untuk menceritakan kisah-kisah yang bermanfaat kepada umatnya agar bisa di ambil ibroh\pelajaran darinya. Sebagaimana firman-Nya (artinya): فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ [٧:١٧٦] &#8220;……..Maka Ceritakanlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=195&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/02/gunung-uhud.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-199" title="gunung uhud" src="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/02/gunung-uhud.jpg?w=260&#038;h=167" alt="" width="260" height="167" /></a>Kisah adalah salah satu media yang sangat penting dan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap orang yang mempelajarinya. Oleh karena itu Alloh Aza wa jalla   memerintahkan kepada Nabi Muhammad  Shalallohu ‘alaihi wasalam untuk menceritakan kisah-kisah yang bermanfaat kepada umatnya agar bisa di ambil ibroh\pelajaran darinya. Sebagaimana firman-Nya (artinya<em>):</em></p>
<p>فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ [٧:١٧٦]<em></em></p>
<p><em>&#8220;……..Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir&#8221;.</em></p>
<p>(QS. Al-a&#8217;rof  [07]: 176).</p>
<p>Kemudian daripada itu, sebaik-baik kisah adalah kisah yang di sebutkan dalam al-Qur&#8217;an dan as-sunnah, sehingga orang yang mempelajari kisah-kisah tersebut, hatinya akan terterangi dengan cahaya iman, motivasi untuk beramal sholeh akan tergali, semangat untuk beribadah terpompa kembali. Oleh karena itu, pada edisi kali ini kami pusatkan pembahasan kita pada kisah perang uhud dan ibroh dari kisah tersebut.</p>
<p>SEKILAS KISAH PERANG UHUD</p>
<p>Sejak terjadinya perang badar, pihak Quraisy sudah tidak pernah tenang lagi. Apalagi tatkala kesatuan kaum muslimin yang di pimpin oleh  <em>Zaid bin Haritsah</em> telah berhasil mengambil perdagangan mereka ketika mereka hendak pergi ke Syam melalui jalan Irak. Hal ini mengingatkan mereka pada korban-korban badar dan semakin menambah besar keinginan mereka untuk membalas dendam. Bagaimana Quraisy akan dapat melupakan peristiwa itu, sedang mereka adalah bangsawan-bangsawan dan pemimpin-pemimpin makkah yang angkuh dan punya kedudukan terhormat ?. Bagaimana mereka akan dapat melupakan kejadian perang badar, yang mana mereka saat itu merasa terhinakan dan mereka menyimpan dendam kepada kaum muslimin. Demikianlah keadaannya sebelum terjadinya perang uhud. Tak lama kemudian kaum quroisy menggalang kekuatan besar untuk menyerang kaum muslimin. Bagi mereka, keberadaan kaum muslimin adalah duri yang harus disingkirkan. Apalagi saat itu kaum muslimin berada di kota madinah yang merupakan jalur perdagangan Makkah-Syam. Sehingga orang-orang quroisy merasa sesak dada melihat keberadaan mereka. Maka Abu Sufyan menggalang kekuatan 3.000 orang, termasuk 100 orang asal Thaqif. Sekitar 700 orang diantaranya mengenakan baju besi, dan mengerahkan 200 orang pasukan berkuda dan Sebanyak 3.000 unta mendukung serangan itu. Semua itu di kerahkan untuk menyerbu kaum muslimin yang ada di kota madinah. Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam dan masyarakat muslim tak tahu rencana itu. Sampai kemudian Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam menerima surat dari pamannya yang masih kafir, Abbas bin Abdul Muthalib, yang membocorkan rencana tersebut. Orang dari Ghifar yang menjadi kurir (utusan) Abbas menemui Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam di masjid quba&#8217;. Ubay bin Ka&#8217;ab diminta Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam untuk membacakan surat itu. Kemudian Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam memerintahkan Anas dan Mu&#8217;nits anak Fudhola untuk menyelidiki keadaan orang-orang quroisy, lalu keduanya melaporkan bahwa musuh telah berada di sekitar gunung uhud. Setelah itu kaum muslimin mengadakan musyawarah. Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam cenderung untuk bertahan di kota madinah. Demikian pula para orang-orang tua asli madinah, apalagi orang-orang Yahudi yang di ketuai oleh Abdulloh bin Ubay. Namun para anak muda terutama yang tidak ikut perang badar mendesak agar mereka menyongsong musuh dengan berperang di luar kota madinah. Suara terbanyak menghendaki itu. Rosul pun mengalah dengan pendapat tersebut.</p>
<p>BERANGKAT  PERANG</p>
<p>Hari itu hari Jum&#8217;at. Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam mengimami sholat Jum&#8217;at, kemudian kembali ke kamarnya. Abu Bakar dan Umar  Radhiallohu ‘anhu menyusul masuk, membantu Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam mengenakan sorban dan baju besinya. Ia memimpin sendiri pasukannya yang berkekuatan 700-an orang yang asalnya 1000 orang kemudian yang 300 orang kembali ke madinah. Mereka segera menuju bukit Uhud. Sebanyak 50 orang ditugasi Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam untuk menjadi pemanah. Mereka harus menempati posisi di lereng bukit, tanpa boleh pergi, kecuali diperintahkan oleh Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam. Ketika sampai di Syaikhon  Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam berhenti. Dilihatnya di tempat itu ada sepasukan tentara yang identitasnya belum dikenal. Ketika ditanyakan, kemudian diperoleh keterangan, bahwa mereka itu orang-orang Yahudi sekutu Abdullah bin Ubay. Lalu kata Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam: &#8221; Jangan minta pertolongan orang-orang musyrik dalam melawan orang musyrik, sebelum mereka masuk Islam.&#8221;</p>
<p>Kedua belah pihak sudah siap bertempur. Masing-masing sudah mengerahkan pasukannya. Perangpun lalu pecah. Di saat kaum muslimin mendekati titik kemenangan, sampai-sampai kaum muslimin saat itu mengejar musuh hingga mereka meletakkan senjata dimana saja. Akan tetapi kaum muslimin tidak pikir panjang mulai memperebutkan rampasan perang. Alangkah banyaknya jumlah rampasan perang itu! Hal ini membuat mereka lupa mengikuti terus jejak musuh, karena sudah mengharapkan kekayaan duniawi. Mereka ini ternyata dilihat oleh pasukan pemanah yang oleh Rosul Shalallohu ‘alaihi wasalam diminta jangan meninggalkan tempat di gunung itu, sekalipun mereka melihat kawan-kawannya diserang. Dengan tak dapat menahan air liur melihat rampasan perang itu, akhirnya mereka ikut-ikutan memperebutkan harta ghonimah, tidak menghiraukan pesan Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam dan melanggar perintah beliau yang telah di sampaikan  untuk tetap di atas gunung bagaimanapun keadaannya. Di saat kaum muslimin sibuk memperebutkan harta ghonimah. Pada waktu itulah Kholid bin Walid (sebelum masuk islam, red) sebagai komandan utama mengambil kesempatan ini dengan mengerahkan pasukannya ke tempat yang semula dikuasai oleh pasukan pemanah kaum muslimin tersebut. Tindakan ini tidak disadari oleh pihak Muslimin. Tiba-tiba Kholid bin Walid berseru sekuat-kuatnya, dan sekaligus pihak Quroisy pun mengerti, bahwa ia telah mampu membalikkan anak buahnya ke belakang tentara Muslimin. Mereka yang tadinya sudah terpukul mundur sekarang kembali lagi maju dan mendera pasukan kaum Muslimin dengan pukulan maut yang hebat sekali. Di sinilah giliran bencana itu berbalik. Setiap Muslim telah melemparkan kembali hasil renggutan yang sudah ada di tangan itu, dan kembali pula mereka mencabut pedang hendak bertempur lagi. Tetapi sayang, sayang sekali! Barisan sudah centang-perenang, persatuan sudah pecah-belah, pahlawan-pahlawan teladan dari kalangan Muslimin telah dihantam oleh pihak Quroisy. Mereka yang tadinya berjuang dengan perintah Alloh Aza wa jalla hendak mempertahankan iman, sekarang berjuang hendak menyelamatkan diri dari cengkraman maut, dari lembah kehinaan. Hingga akhirnya kaum muslimin mendapat kekalahan.&#8221; ( Di ringkas dari <em>kitab Fathu bari</em>: 7/431-435 dan <em>Siroh Nabawiyah</em> Oleh Ibnu Hisyam: 23-92 ).</p>
<p><span id="more-195"></span>IBROH DARI PERANG UHUD</p>
<p>Wahai saudaraku, setelah kita mengetahui secara singkat dari kisah perang uhud di atas, maka sungguh disana ada beberapa ibroh atau pelajaran yang sangat penting untuk kita ilmui, kita pelajari, dan kita cermati dengan baik, diantaranya:</p>
<p>1. Kewajiban ta&#8217;at kepada Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam</p>
<p>Di antara ibroh yang dapat kita petik dari kisah di atas adalah wajibnya taat kepada perintah Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam di manapun dan bagaimanapun keadaannya. Jika kita perhatikan dari kisah perang uhud di atas, maka akan jelas bagi kita, bahwa sebab kekalahan kaum muslimin pada peperangan ini adalah karena pasukan pemanah yang ada di gunung uhud tidak menghiraukan perintah  dan melanggar larangan Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam. Tatkala Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam memerintahkan kepada pasukan pemanah untuk tetap bertahan di gunung uhud bagaimanapun keadaannya, akan tetapi di saat kaum muslimin mendekati titik kemenangan, mereka tidak menghiraukan pesan  tersebut dan meyelisihi perintah beliau. Mereka meninggalkan tempat gunung itu untuk ikut-ikutan memperebutkan harta ghonimah.&#8221; (Lihat <em>Fathu bari</em>: 433/07).</p>
<p>Dari sinilah kita dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga dari kisah di atas bahwa malapetaka yang menimpa sebagian kaum muslimin pada peperangan itu adalah disebabkan karena mereka menyelisihi perintah Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam.</p>
<p>Padahal Alloh telah berfirman (artinya):</p>
<p>وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ [٥٩:٧</p>
<p><em>Apa yang di berikan Rosul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang di larangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh sangat keras hukumannya</em>." (QS.Al-Hasyr [59]: 7).</p>
<p>2. Larangan meminta pertolongan kepada orang-orang musyrik.</p>
<p>Tatkala  Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam berangkat memimpin kaum Muslimin menuju uhud. Di Syaikhon Kaum Yahudi juga telah menyiapkan pasukan. Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam melarang pasukannya untuk meminta pertolongan kepada orang-orang musyrik (yahudi, red) untuk melawan orang-orang quroisy. Ini menandakan bahwa meminta pertolongan kepada orang musyrik adalah terlarang. Karena hal tersebut merupakan bentuk loyalitas (kecintaan) kepada mereka, sedangkan bersikap loyal (cinta) kepada mereka telah dilarang oleh Alloh Aza wa jalla. Sebagaimana dalam firman-Nya (artinya):</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ [٥:٥١]</p>
<p><em>&#8221; Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasroni menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Alloh Aza wa Jalla tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dholim.</em>&#8221; (QS. Al-Maidah [05]: 51).</p>
<p>3. Anjuran untuk bermusyawarah</p>
<p>Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam sebelum berangkat perang. Beliau Shalallohu ‘alaihi wasalam bermusyawarah terlebih dahulu dengan para sahabatnya untuk menentukan apakah menyerang dan menghadapi musuh dari dalam kota atau dari luar kota. Cara musyawarah ini sudah menjadi undang-undang dalam kehidupan beliau di dalam membahas suatu masalah. Beliau tidak mau bertindak sendiri, kecuali yang sudah diwahyukan oleh Alloh Aza wa jalla kepadanya</p>
<p>Alloh Alloh Aza wa jalla telah berfirman dalam al-Qur&#8217;an (artinya):</p>
<p>وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ [٣:١٥٩]</p>
<p><em>&#8220;….Dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu<a href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a>. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Aza wa Jalla menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya&#8221;.</em> (QS. Ali-Imron [03]: 159).</p>
<p>Di penghujung risalah ini. Marilah kita membaca kisah-kisah yang ada di dalam al-Qur&#8217;an dan as-sunnah atau buku-buku yang  di dalamnya terdapat kisah-kisah yang shohih (benar), dan berusaha untuk menggali manfaat dari kIsah tersebut, karena dengannyalah motivasi (dorongan) untuk beribadah akan terpompa kembali dan mengingat jejak yang mereka tempuh.</p>
<p>©CopyRight Buletin Al Furqon</p>
<p>Penulis : Ust.Abu Dzar Mukhlis</p>
<div>
<hr size="1" />
<div>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> . Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/risalah07.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/risalah07.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/risalah07.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/risalah07.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/risalah07.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/risalah07.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/risalah07.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/risalah07.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/risalah07.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/risalah07.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/risalah07.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/risalah07.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/risalah07.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/risalah07.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=risalah07.wordpress.com&amp;blog=11486089&amp;post=195&amp;subd=risalah07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://risalah07.wordpress.com/2011/02/12/pelajaran-dari-perang-uhud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/41dc65b4f50b87447ee1670e10320b4f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">risalah07</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://risalah07.files.wordpress.com/2011/02/gunung-uhud.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gunung uhud</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
