Terorisme ala Kafir Barat

GLASGOW (Berita SuaraMedia) – Seorang pria kulit putih rasis pengusung semboyan supremasi kulit putih dijatuhi hukuman karena telah melontarkan ancaman keji akan meledakkan masjid utama Skotlandia dan juga ancaman untuk memenggal kepala umat Muslim.

Neil MacGregor, yang mengakui kepada polisi bahwa dirinya adalah seorang rasis, pada persidangan awal memebenarkan bahwa dirinya mengancam untuk meledakkan masjid utama Glasgow dan membunuh satu orang Muslim setiap minggunya hingga seluruh masjid di Skotlandia ditutup.

Yang membuat terkejut dan marah umat Muslim, plot teror yang direncanakan MacGregor hanya mendapat porsi pemberitaan yang sedikit sekali dari pers Skotlandia. Bahkan tidak ada sama seklai di media-media Inggris Raya.

Ada pula tuduhan mengenai standar ganda yang dilakukan oleh polisi dan pejabat berwenang karena MacGregor, 36, hanya dijatuhi tuduhan mengganggu kedamaian, bukannya tuduhan tindakan terorisme yang lebih serius.

“Coba bayangkan jika ada seorang Muslim Skotlandia yang mengancam untuk meledakkan katedral utama Glasgow dan memenggal kepala satu orang Kristen setiap minggunya hingga seluruh tentara Inggris ditarik keluar dari Irak dan Afghanistan,” kata Osama Saeed, direktur ekssekutif yayasan Islam Skotlandia dan seorang anggota senior partai nasional Skotlandia.

“Pasti hal tersebut akan langsung mendapatkan reaksi keras, disebut tindakan biadab, lalu dijadikan tajuk utama seluruh surat kabar di negara ini. Berita tersebut akan menjadi berita yang paling ramai dibahas.”

Namun dalam kasus tersebut, media baru meliput (dalam jumlah yang amat sangat minim) mengenai terorisme terhadap umat Islam Skotlandia tersebut setelah Saeed menelepon sejumlah kantor berita terkemuka dan setelah sebuah mosi dimasukkan ke parlemen Skotlandia.

Dalam mosi parlemen tersebut, Frank McAveety, seorang anggota partai buruh Parlemen dari Glasgow menyesalkan bahwa ancaman peledakan masjid pusat Glasgow dan ancaman pemenggalan kepala satu orang Muslim setiap minggunya tidak mendapatkan perhatian media, dia menyerukan kepada media untuk memastikan bahwa tindak terorisme semacam itu untuk tetap diliput, meski pelakunya adalah Kristen kulit putih.”

MacGregor menyebarkan ancamannya dalam sebuah email dan sebuah panggilan telepon kepada polisi kawasan Strathclyde tahun lalu.

Dalam emailnya, MacGrefor menuliskan: “Saya adalah seorang rasis yang bangga dengan pandangan saya, saya juga merupakan anggota front nasional” (sebuah organisasi ekstrimis sayap-kanan).

“Sebagai organisasi, kami telah memutuskan untuk menghadapi “ancaman” dari orang-orang Muslim dengan cara-cara kami sendiri, seperti halnya para leluhur kami.”

Seperti halnya penjahat, penculik, dan sampah masyarakat lainnya, setelah melontarkan kata-kata pembuka, dia menyampaikan tuntutan:

“Yang kami inginkan bukanlah hal besar. Tutup seluruh masjid di Skotlandia! Jika tuntutan kami tidak segera dipenuhi, paling lambat hari Jumat depan, maka kami akan menculik satu orang Muslim, lalu mengeksekusinya (memenggal kepalanya) dan rekaman video pemenggalan itu akan kami tayangkan di internet.”

“Setiap minggunya, kami akan menculik dan memenggal kepala satu orang Muslim jika tuntutan kami tidak dipenuhi.”

MacGregor kemudian menelepon polisi dan mengatakan bahwa dia telah menanamkan bom di masjid utama Glasgow. Mendengar hal tersebut, para polisi langsung bergegas menuju bangunan masjid tersebut, namun tidak menemukan apa-apa.

Bashir Maan, ketua masjid tersebut berkata: “Para polisi datang pada waktu senja dan mengevakuasi sekitar 100 orang jamaah. Mereka kemudian menggeledah seluruh bagian bangunan masjid. Komunitas Muslim Skotlandia merasa sangat resah pada waktu itu.”

Maan mengakui bahwa dirinya merasa terkejut ketika MacGregor hanya dijatuhi tuntutan mengganggu ketenteraman umum, bukannya tuntutan hukum yang jauh lebih berat.

“Hal tersebut jelas merupakan cerminan standar ganda dalam penggunaan hukum anti-teror,” tambahnya.

Yayasan Islam Skotlandia melayangkan surat protes kepada Crown Office (sebuah departemen di bawah Jaksa Agung yang menangani masalah pelanggaran hukum di wilayah Skotlandia), menuntut jawaban mengapa MacGregor hanya dijatuhi tuduhan ringan.

“Kami sangat yakin jika yang melakukan hal tersebut adalah seorang Muslim, maka dia akan diperlakukan dengan berbeda oleh polisi dan pihak berwenang lainnya,” kata Saeed.

“MacGregor bisa dibilang beruntung karena persidangan tersebut dilakukan di pengadilan Sheriff, dan bukan pengadilan tinggi, dimana kasus-kasus terorisme biasanya diproses, tentunya dengan hukuman yang lebih berat, ketidakadilan ini harus dijelaskan.”

“Aparat hukum terlalu gampang melepaskan MacGregor, orang yang tidak waras yang memiliki khayalan berbahaya.”

Dalam sebuah pernyataan, Crown Office mengatakan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk menjatuhkan tuntutan gangguan ketertiban umum, yang dipicu oleh kebencian rasialis. “Keputusan tersebut diberikan setelah dengan seksama mempertimbangkan seluruh bukti dan situasi lapangan.”

Seorang juru bicara menambahkan: “Fakta-fakta mengenai kasus tersebut semakin memperjelas bahwa semuanya hanyalah ancaman bom omong kososng belaka, sama sekali tidak ada bukti motif atau tujuan terorisme.”

Umat Muslim membandingkan kasus MacGregor dengan Mohammed Atif Siddique, 22, yang dijatuhi hukuman penjara selama delapan tahun di Glasgow pada bulan September 2007, atas tuduhan “mengumpulkan informasi tentang terorisme dan menyebarkan hasutan teror” melalui internet.

Aamer Anwar, pengacara Siddique, mengecam: “Kenapa disaat seorang pria kulit putih terlibat dalam perencanaan tindak terorisme yang amat nyata, pihak berwajib tidak siap untuk menerapkan undang-undang anti-teror, tapi mereka tampak sangat siap jika Muslim yang dianggap bersalah?” (dn/tn) www.suaramedia.com

Ketika Ajal Menjemputmu !!!

Sebagaimana Engkau Menjalani Hidupmu Demikianlah Kondisimu Tatkala Ajal Menjemputmu…..!!!

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ

“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR Muslim no 2878)

Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ “Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859)

Para pembaca yang budiman… kita semua tahu bahwasanya kematian datang tiba-tiba…tidak peduli dengan kondisi seorang hamba apakah dalam keadaan ketaatan kepada Allah atau dalam keadaan sedang bermaksiat…, apakah dalam keadaan sakit ataupun dalam keadaan sehat… semuanya terjadi tiba-tiba…

Seorang penyair berkata :

تَزَوَّدْ مِنَ التَّقْوَى فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِي***  إِذَا جَنَّ لَيْلٌ هَلْ تَعِيْشُ إِلَى الْفَجْرِ

Berbekallah ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu…

Jika malam telah tiba apakah engkau masih bisa hidup hingga pagi hari

وَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ مَاتَ مِنْ غَيْرِ عِلَّةٍ *** وَكَمْ مِنْ عَلِيْلٍ عَاشَ حِيْناً مِنَ الدَّهْرِ

Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal tanpa didahului sakit…

Dan betapa banyak orang yang sakit yang masih bisa hidup beberapa lama

فَكَمْ مِنْ فَتًى أَمْسَى وَأَصْبَحَ ضَاحِكًا *** وَقَدْ نُسِجَتْ أَكْفَانُهُ وَهُوَ لاَ يَدْرِِي

Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari

Padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar

وَكَمْ مِنْ صِغَارٍ يُرْتَجَى طُوْلُ عُمْرِهِمْ *** وَقَدْ أُدْخِلَتْ أَجْسَامُهُمْ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ

Betapa banyak anak-anak yang diharapkan panjang umur…

Padahal tubuh mereka telah dimasukkan dalam kegelapan kuburan

وَكَمْ مِنْ عَرُوْسٍ زَيَّنُوْهَا لِزَوْجِهَا *** وَقَدْ قُبِضَتْ أَرْوَاحُهُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ

Betapa banyak mempelai wanita yang dirias untuk dipersembahkan kepada mempelai lelaki…

Padahal ruh mereka telah dicabut tatkala di malam lailatul qodar

Tentunya setiap kita berharap dianugrahi husnul khotimah… ajal menjemput tatkala kita sedang beribadah kepada Allah… tatkala bertaubat kepada Allah…sedang ingat kepada Allah… , akan tetapi betapa banyak orang yang berharap meninggal dalam kondisi husnul khotimah akan tetapi kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya…. Suul khootimah… maut menjemputnya tatkala ia sedang bermaksiat kepada Penciptanya dan Pencipta alam semesta ini…

Bagaimana mungkin seseorang meninggal dalam kondisi husnul Khotimah sementara hari-harinya ia penuhi dengan bermaksiat kepada Allah… hari-harinya ia penuhi tanpa menjaga pendengarannya… pandangannya ia umbar… hatinya dipenuhi dengan beragam penyakit hati… lisannya jauh dari berdzikir dan mengingat Allah…

Ingatlah para pembaca yang budiman… sesungguhnya seseorang akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa ia jalankan…

Berikut ini adalah kisah-kisah yang mencoba menggugah hati kita untuk membiasakan diri beramal sholeh sehingga tatkala maut menjemput kitapun dalam keadaan beramal sholeh :

Kisah Pertama: kisah seorang ahli ibadah Abdullah bin Idriis (190-192 H)

عَنْ حُسَيْن الْعَنْقَزِي قَالَ: لَمَّا نَزَلَ بِابْنِ إِدْرِيْسَ الْمَوْتُ بَكَتْ ابْنَتُهُ فَقَالَ: لاَ تَبْكِي يَا بُنَيَّة، فَقَدْ خَتَمْتُ الْقُرْآنَ فِي هَذَا الْبَيْتِ أَرْبَعَةَ آلاَف خَتْمَة

Dari Husain Al-’Anqozi, ia bertutur :

Ketika kematian mendatangi Abdullah bin Idris, maka putrinya pun menangis, maka Dia pun berkata: “Wahai putriku, jangan menangis! Sungguh, Aku telah mengkhatamkan al Quran dirumah ini 4000 kali” (Lihat Taariikh Al-Islaam karya Ad-Dzahabi 13/250, Ats-Tsabaat ‘inda Al-Mamaat karya Ibnil Jauzi hal 154)

Kisah kedua : Kisah Abu Bakr bin ‘Ayyaasy (193 H)

لما حضرت أبا بكر بن عَيَّاش الوفاةُ بَكَتْ أُخْتُهُ فقال : لاَ تَبْكِ اُنْظُرِي إِلىَ تِلْكَ الزَّاوِيَةِ الَّتِي فِي الْبَيْتِ قَدْ خَتَمَ أَخُوْكَ فِي هَذِهِ الزَّاوِيَةِ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ أَلَف خَتْمَة

Tatkala kematian mendatangi Abu Bakr bin ‘Ayaasy maka saudara perempuannya pun menangis. Maka Abu Bakrpun berkata kepadanya, “Janganlah menangis, lihatlah di pojok rumah ini, sesungguhnya saudara laki-lakimu ini telah mengkhatamkan Al-Qur’an di situ sebanyak 18 ribu kali” (Lihat Hilyatul Auliyaa’ karya Abu Nu’aim 8/304 dan Taariikh Baghdaad 14/383)

Demikianlah para pembaca yang budiman…Ahli ibadah ini Abdullah bin Idris telah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 4000 kali… Abu Bakr bin ‘Ayyaasy telah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 18 ribu kali…..semuanya demi menghadapi waktu yang sangat kritis ini… waktu untuk meninggalkan dunia ke alam akhirat yang abadi….

Kisah Ketiga : Kisah Aamir bin Abdillah Az-Zubair

Mush’ab bin Abdillah bercerita tentang ‘Aamir bin Abdillah bin Zubair yang dalam keadaan sakit parah :

سمع عامر المؤذن وهو يجود بنفسه فقال: خذوا بيدي إلى المسجد، فقيل: إنك عليل فقال: أسمع داعي الله فلا أجيبه فأخذوا بيده فدخل مع الإمام في صلاة المغرب فركع مع الإمام ركعة ثم مات

‘Aaamir bin Abdillah mendengar muadzin mengumandangkan adzan untuk shalat maghrib, padahal ia dalam kondisi sakaratul maut pada nafas-nafas terakhir, maka iapun berkata, “Pegang tanganku ke mesjid…!!” merekapun berkata, “Engkau dalam kondisi sakit !” , Diapun berkata,”Aku mendengar muadzin mengumandangkan adzan sedangkan aku tidak menjawab (panggilan)nya? Pegang tanganku…! Maka merekapun memapahnya lalu iapun sholat maghrib bersama Imam berjama’ah, diapun shalat satu rakaat kemudian meninggal dunia. (Lihat Taariikh Al-Islaam 8/142)

Inilah kondisi seorang alim yang senantiasa mengisi kehidupannya dengan beribadah sesegera mungkin… bahkan dalam kondisi sekarat tetap ingin segera bisa sholat berjama’ah…. Bandingkanlah dengan kondisi sebagian kita… yang tatkala dikumadangkan adzan maka hatinya berbisik : “Iqomat masih lama…., entar lagi aja baru ke mesjid…, biasanya juga imamnya telat ko’…, selesaikan dulu pekerjaanmu.. tanggung…”, dan bisikan-bisikan yang lain yang merupakan tiupan yang dihembuskan oleh Iblis dalam hatinya.

Kisah Di masa Sekarang:

Pertama : Kisah Penumpang Kapal Mesir “Salim Express”

Laki-laki ini telah Allah selamatkan dari tenggelam pada kecelakaan kapal, “Salim Express” menceritakan kisah istrinya yang tenggelam dalam perjalanan pulang dari menunaikan ibadah haji. Orang-orang berteriak-teriak “kapal akan tenggelam” maka aku pun berteriak kepada istriku …“ayo cepat keluar!”

Dia pun berkata, “Demi Allah aku tidak akan keluar sampai aku memakai hijabku dengan sempurna.”

Suaminya pun berkata,” inikah waktu utk memakai hijab??? Cepat keluar! Kita akan mati”.

Dia pun berkata, “Demi Allah aku tidak akan keluar kecuali jika telah kukenakan hijabku dengan sempurna, seandainya aku mati aku pun akan bertemu Allah dalam keadaan mentaati-Nya”. Maka dia pun memakai hijabnya dan keluar bersama suaminya, maka ketika semuanya hampir tenggelam, dia memegang suaminya dan berkata, “Aku minta engkau bersumpah dengan nama Allah, apakah engkau ridho terhadapku?” Suaminya pun menangis. Sang istripun berkata, ”Aku ingin mendengarnya.” Maka Suaminya Menjawab, “Demi Allah aku ridho terhadapmu.” Maka wanita tersebut pun menangis dan berucap ”Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah” senantiasa dia ulangi syahadat tersebut sampai tenggelam.

Suaminya pun menangis dan berkata, “Aku berharap kepada Allah agar mengumpulkan aku dan dia di surga”

More

Kerjasama Dengan Cara Mudhorobah

Arti Mudorobah : Seseorang yang memberikan hartanya kepada seseorang untuk diperdagangkan.dan hasil dari keuntungannya dibagi bersama sesuai dengan kesepakatan.[1] adapun jika terjadi kerugian pada perdagangan maka ditanggung oleh pemilik harta saja bukan pada seseorang yang diberi harta tsb.Sedangkan Pengarang kitab al Kanju  Mudorobah sebagai berikut yaitu Kerjasama ada harta pada satu sisi dan ada orang yang berkerja dalam satu sisi yang lain.

Dalil Disyariatkannya kerjasama Mudorobah ini adalah :

Kesepakatan Imam-Imam Mazhab  atas bolehnya akad mudorobah ini yang berdasarkan dari Al Qur’an,Sunnah,Ijma’ dan Qiyas,Jikalau tidak ada padanya Goror (penipuan) dan perdagangan yang tidak jelas kondisinya (Jahalah).

Dalil dari Al Qur’an Alloh Ta’ala berfirman :

{وآخرون يضربون في الأرض يبتغون من فضل الله } [المزمل:20/73]

Artinya : Dan sebagian yang lain berjalan dimuka bumi mencari sebagian karunia Alloh.

Al Mudhorib adalah Orang yang berjalan dimuka bumi mencari sebagian kerunia Allah. dan juga  Alloh Ta’ala berfirman :

{فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله } [الجمعة:10/62]

Artinya : Dan Apabilah telah ditunaikan sholat maka bertebaranlah dimuka bumi dan carilah sebagian dari karunia Alloh.

Dalil dari Sunnah :

روى ابن عباس رضي الله عنهما أنه قال: «كان سيدنا العباس بن عبد المطلب إذا دفع المال مضاربة اشترط على صاحبه أن لا يسلك به بحراً، ولا ينزل به وادياً، ولايشتري به دابة ذات كبد رطبة، فإن فعل ذلك ضمن، فبلغ شرطه رسول الله صلّى الله عليه وسلم ، فأجازه»

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas (semoga Alloh meridhoinya) bahwasanya dia berkata: Abbas bin abdul mutholib jika memberikan harta kepada seseorang untuk diperdagangkan dia mensyaratkan agar jangan dibawah melalui laut dan juga lembah,dan jangan dibelikan hewan yang berpenyakit,jika semua hal tsb dilakukan maka harus membayar ganti rugi kemudian syarat tersebut diketahui oleh Rosululloh sholallohu ‘alaihissalam dan beliau membolehkanya.[2]

وروى ابن ماجه عن صهيب رضي الله عنه أن النبي صلّى الله عليه وسلم قال: «ثلاث فيهن البركة: البيع إلى أجل، والمقارضة، وخلط البر بالشعير للبيت لا للبيع»

Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari Sahabat Suhaib semoga Alloh meridhoinya bahwasany Nabi sholallohu ‘alaihissalam bersabda : 3 perkara yang ada padanya keberkahan : Jual beli dgn tunda,Mudhorobah,Mencampur Gandum bagus dgn yang Jelek untuk konsumsi sendiri bukan untuk diperjual belikan.[3]

Adapun Ijma’ adalah sebagaimana diriwayatkan dari sebagian besar para sahabat bahwasanya mereka menjadikan harta anak yatim untuk diperdagangkan (sebagai harta Mudhorobah)[4] dan tidak ada satupun penginkaran dari kalangan sahabat maka jadilah perkara ini sebagai Ijma.dan al Imam ibnu Taimiyah menetapkan disyariatkannya Mudhorobah ini dgn Ijma yang bersesuaian dengan dalil.begitu juga imam Malik meriwatkan dikitabnya al Muwatho’ dan juga imam Syafi’i dikitab musnadnya dari Zaid bin Aslam bahwasanya Umar bin Khotob menetapkan mudhorobah kepada kedua anaknya yaitu Ubaidillah dan Abdulloh.

 

HIKMAH DISYARIATKANNYA MUDHOROBAH

Memungkinkan seseorang untuk mengembangkan hartanya dan mudhorobah adalah cara untuk mewujudkan saling tolong menolong diantara sesama,dan menggabungkan kepandaian dan kemahiran/pengalaman untuk menghasilkan suatu hasil yang baik.

 

RUKUN MUDHOROBAH ,LAFADZ DAN JENISNYA

Menurut Mazhab hanafi adalah Izab dan Qobul dengan lafadz yang menunjukan pada aqad tersebut.

Lafadz Izab seperti seseorang mengatakan ambilah harta ini dan perdagangkanlah hasil keuntungan dari rezeki yang diberikan Alloh adalah untuk kita berdua dengan pembagian setengah,seperempat,sepertiga dan seterusnya.

Lafadz Qobul seperti aku terima,aku setuju dan semisalnya.

Dan jika telah sempurna izab dan qobul ini maka berlakulah hukum mudhorobah ini.[5]

Menurut Jumhur ulama adalah ada 2 orang yang saling bersepakat (pemilik harta dan pekerjanya) serta ada sesuatu yang menjadi akadnya ( harta,amal,dan keuntungan) dan Izab Qobul.

Sedangkan menurut Syafiiyah ada 5 : Harta,Amal,Keuntungan,Izab Qobul serta 2 orang yang bersepakat.

 

More

Kedudukan Amal terhadap Ilmu

وَإِذَا أَصَرَّ عَلَى تَرْكِ مَا أُمِرَ بِهِ مِنْ السُّنَّةِ وَفِعْلِ مَا نُهِيَ عَنْهُ فَقَدْ يُعَاقَبُ بِسَلْبِ فِعْلِ الْوَاجِبَاتِ حَتَّى قَدْ يَصِيرُ فَاسِقًا أَوْ دَاعِيًا إلَى بِدْعَةٍ)   مجموع الفتاوى ( ط: دار الوفاء – تحقيق أنور الباز ) – (22 / (306

  • “Seseorang jika terus meninggalkan sunah yang diperintahkan dan melakukan perkara yang terlarang maka bisa jadi dia dihukum (oleh Allah) dengan meninggalkan hal-hal yang wajib, hingga akhirnya bisa jadi ia menjadi orang fasik atau orang yang menyeru kepada bid’ah.” (Majmu’ Al-Fatawa 22/306)

العلم الذي هو العلم المعتبر شرعا أعني الذي مدح الله ورسوله أهله على الإطلاق هو العلم الباعث على العمل الذي لا يخلي صاحبه جاريا مع هواه كيفما كان بل هو المقيد لصاحبه بمقتضاه الحامل له على قوانينه طوعا أو كره)  الموافقات. ط المعرفة – دراز – (1 / 69)

  • Ilmu yang pemiliknya dipuji oleh Alloh dan Rasul-NYA secara mutlak adalah ilmu yang mengantarkan pelakunya kepada amal (yang membuahkan amal) yang tidak menjadikan pelakunya beramal berdasarkan hawa nafsunya bagaimanapun keadaanya akan tetapi ilmu tersebut adalah penjaga bagi pemiliknya yang dia beramal sesuai dengan aturan-atuaran Alloh pada perkara yang dia senangi ataupun perkara yang dia benci/tidak sukainya.(Al-Muwaafaqaat-imam syatibi 1/69)
  • Pernah ada seseorang yang bertanya (masalah agama) kepada Abu Ad-Darda’, maka Abu Ad-Darda’ berkata kepadanya: “Apakah semua masalah agama yang kau tanyakan kau amalkan?” Orang itu menjawab: “Tidak.” Maka Abu Ad-Darda’ menimpalinya: “Apa yang engkau lakukan dengan menambah hujjah yang akan menjadi bumerang bagimu?” (Al-Muwaafaqaat 1/82 sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Abdil-Bar dalam Al-Jami’ no 1232).

وعن علي يا حملة العلم اعملوا به فإن العالم من علم ثم عمل ووافق علمه عمله وسيكون أقوام يحملون العلم لا يجاوز تراقيهم تخالف سريرتهم علانيتهم ويخالف علمهم عملهم يقعدون حلقا يباهي بعضهم بعضا حتى إن الرجل ليغضب على جليسه أن يجلس إلى غيره ويدعه أولئك لا تصعد أعمالهم تلك إلى الله عز و جل

الموافقات. ط المعرفة – دراز – (1 / 75)

  • Diriwayatkan dari Ali bin Abi tholib dia berkata “wahai pembawa ilmu beramallah dengan ilmu itu sesungguhnya seorang yang alim adalah orang yang mengetauhi kemudian dia beramal,ilmunya bersesuaian dengan amalnya sesungguhnya akan ada suatu kaum yang mereka memiliki ilmu tapi tidak melewati tenggorokan mereka,apa yang mereka sembunyikan berbeda dengan yang mereka tampakan dan ilmu mereka itu tidaklah sesuai dengan amal mereka,mereka duduk-duduk disuatu halqoh saling berbangga-bangga satu sama lainya hingga seorang laki-laki sangat marah kepada teman duduknya jika  dia bermajlis dengan orang lain dan dia meninggalkanya,mereka adalah orang-orang yang amalnya tidak diterima oleh ALLOH Ta’ala.

Misteri Penemu Benua Amerika?

Penjelajah Muslim Lebih Dulu Injak Amerika Daripada Colombus

(Berita SuaraMedia) – Christopher Columbus menyebut Amerika sebagai ‘The New World’ ketika pertama kali menginjakkan kakinya di benua itu pada 21 Oktober 1492.

Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah ‘Dunia Baru’. Sebab, 603 tahun sebelum penjelajah Spanyol itu menemukan benua itu, para penjelajah Muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.

Klaim sejarah Barat yang menyatakan Columbus sebagai penemu benua Amerika akhirnya terpatahkan. Sederet sejarawan menemukan fakta bahwa para penjelajah Muslim telah menginjakkan kaki dan menyebarkan Islam di benua itu lebih dari setengah milenium sebelum Columbus.

Secara historis umat Islam telah memberi kontribusi dalam ilmu pengetahuan, seni, serta kemanusiaan di benua Amerika.

”Tak perlu diragukan lagi, secara historis kaum Muslimin telah memberi pengaruh dalam evolusi masyarakat Amerika beberapa abad sebelum Christopher Columbus menemukannya,” tutur Fareed H Numan dalam American Muslim History A Chronological Observation. Sejarah mencatat Muslim dari Afrika telah menjalin hubungan dengan penduduk asli benua Amerika, jauh sebelum Columbus tiba.

Jika Anda mengunjungi Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama AbdeKhak dan Muhammad Ibnu Abdullah.

Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaannya dalam perdagangan, perkapalan, dan bentuk pemerintahan suku cherokee yang saat itu berdasarkan hukum Islam.

Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian suku Cherokee yang menutup aurat sedangkan kaum laki-lakinya memakai turban (surban) dan terusan hingga sebatas lutut.

Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya benar-benar punah dari daratan Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadan Ibnu Wati.

Berbicara tentang suku Cherokee, tidak bisa lepas dari Sequoyah. Ia adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A sampai Z, maka suku Cherokee memiliki aksara sendiri.

Yang membuatnya sangat luar biasa adalah aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini mirip sekali dengan aksara Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada sangat mirip dengan kata ”Muhammad” dalam bahasa Arab.

Nama-nama suku Indian dan kepala sukunya yang berasal dari bahasa Arab tidak hanya ditemukan pada suku Cherokee (Shar-kee), tapi juga Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni.

Bahkan, beberapa kepala suku Indian juga mengenakan tutp kepala khas orang Islam. Mereka adalah Kepala Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.

Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya.

Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa : ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal”. Bukankah Al-Qur’an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah

Bagaimana bisa Kepala suku Indian Cheeroke itu muslim?

Sejarahnya panjang, Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.

Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.

Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).

Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi.

Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.

Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.

More

Penyebab Kerusakan di Bumi

Berkata imam ibnul Qoyyim pada kitab Zadul Maad(4/329)

Barang siapa yang memiliki pengetahuan tentang keadaan alam ini dan juga awal kejadiannya, maka dia akan mengetahui apa yang telah menyebabkan seluruh kerusakan yang terjadi di udara, di darat, di laut dan juga kerusakan yang terjadi pada penghuninya. Dan senantiasa perbuatan anak adam, juga penyalisihan mereka terhadap perintah perintah para utusan telah menyebabkan berbagai kerusalan secara khusus maupun secara umum, yang hal itu akan mendatangkan berbagai jenis penyakit, paceklik, kekeringan dan juga dicabutnya keberkahan hasil bumi yang musibah musibah tersebut datang silih berganti.

Apabila engkau tidak puas dangan pemaparan ini, maka cukuplah bagimu firman Alloh:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [٣٠:٤١]

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Sesungguhnya ayat ini menerangkan tentang perubahan pada alam semesta. Maka samakanlah antara yang terjadi di alam ini dengan ayat tersebut. Setiap kali manusia berbuat dzolim, Alloh taala akan menimpakan berbagai ketimpangan. Entah itu terjadi pada buah buahan, lingkungan hidup, kesehatan mereka juga pada akhlak mereka.

Sungguh dahulu biji biji gandum dan selainnya lebih besar dan lebih bagus dari yang ada sekarang. Demikian juga keberkahannya lebih besar. Imam Ahmad telah meriwayatkan dengan sanadnya, bahwasanya dia mendapati sebuah kantong di gudang penyimpanan hasil bumi milik Bani Umayyah yang didalamnya ada biji gandum sebesar isi kurma.Tertulis pada kantong tersebut “ini adalah yang tumbuh di zaman yang penuh keadilan”.

Dan kebanyakan berbagai macam penyakit dan kerusakan yang menyeluruh adalah sisa sisa dari adzab yang telah Alloh timpakan kepada umat umat terdahulu. Kemudian sisa adzab tersebut akan selalu mengintai dan akan menimpa orang orang yang berbuat seperti perbuatan umat umat terdahulu sebagai balasan yang setimpal dan putusan yang adil.

Dalam hal ini Rosululloh alaihissalam telah mengisyaratkan dengan sabda –Nya pada masalah Tho’un

إنّهُ بَقِيّةُ رِجْزٍ أَوْ عَذَابٍ أُرْسِلَ عَلَى بَنِي إسْرَائِيلَ

Demikian juga Alloh juga telah menimpakan angin kepada suatu kaum tujuh malam delapan hari. Kemudian Alloh menyisakannya, dan pada yang semisalnya terdapat nasehat dan pelajaran.

            More

Hukum Mencuri Hak Cipta

Hak Hak Ma’nawiyyah (Hak Cipta)[1]

Pembahasan ini adalah suatu permasalahan yang baru dalam Fiqh Islamy yang sedang dibahas olah “Majami’ Fiqh iyyah” dan juga beberapa ulama’, sampai sampai menjadi tema karya tulis di perguruan tinggi islam. Pembahasan ini menerangkan tentang hukum kepemilikian hak cipta dan pemanfaatannya. Seperti penjualan merek dagang, hak temuan dan pemikiran atau ide, hak tulis dan pencetakan[2], dan lain sebagainya yang berhubungan dengan karya ilmiyyah lainnya.

Hak cipta adalah hak eksklusif Penciptaan atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuanga gagasan atau atau informasi tertentu.

Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan dan tidak sabatas suatu ciptaan. Pada umumnya pula hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.[3]

 

HAK HAK MAKNAWIYYAH YANG MENDAPAT PERLINDUNGAN DALAM ISLAM

1.       Hasil pemikiran yang ada sisi penemuannya. Dari sini, maka suatu pemikiran yang mendapatkan perlindungan tidak disyaratkan murni dari suatu penemuan, akan tetapi cukuplah pemikiran tersebut memiliki sisi pembaharuan dan bukan pengulangan dari karya ilmiyyah yang lain.

2.       Pada karya ilmiyyah yang bermanfaat. Karena Islam telah mewajibkan kepada pemeluknya untuk menuntut ilmu, diwaktu yang sama juga menetapkan jenis ilmu yang wajib untuk dicari dan dihasilkan, dan hal itu disyaratkan harus pada ilmu ilmu yang bermanfat. Dan termasuk dari doanya Rosululloh:[4] (اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا)dan Beliau juga memohon perlindungan dari ilmu yang bermanfaat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Huroiroh bahwasanya Rosululloh bersabda: [5](اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع)

Atas dasar ini maka tidak ada tanggung jawab dalam melanggar atau menghilangkan karya tulis ataupun penemuan yang hukumnya haram dan menyelisihi syareat. Imam Syaukani telah menukil dari para ulama’ hukum kitab yang berisi keyakinan yang sesat, dan salinannya yang berada pada manusia semisal kitab ( Fususul Hikam ) dan ( Al Futuhat ) oleh Ibn ‘Arobi, dan kitab  ( Khol’u Na’lain ) oleh Ibn Qisi dan juga syairnya Ibnul Faridh dan yang lainnya. Maka hukum kitab kitab semacam ini adalah hendaknya dimusnahkan dengan cara dibakar dan ditenggelamkan kedalm air.[6]

Untuk itu berkata Ibn Qoyyim : “Begitu juga tidak ada denda dari sebab membakar dan memusnahkan kitab kitab yang menyesatkan. Berkata Al Marudzi: ‘Aku berkata kepada Ahmad: “Saya telah meminjam sebuah kitab yang didalamnya berisi sesuatu yang menyimpang, bagaimana pendapatmu? Apa saya harus membakarnya?. Imam Ahmad menjawab: “Ya, sungguh Nabi melihat sebuah kutipan dari Taurot yang dibawa oleh Umar, karena keheranan Beliau(Umar) kutipan tersebut sesuai dengan Al Quran (pada beberapa permasalahan). Tiba tiba berubahlah wajah Nabi karena marah sehingga pergilah Umar ke sebuah tungku (perapian) dan melemparkan kutipan tersebut kedalamnya.”

Maka semua buku semacam ini tidak bisa ditolerir, bahkan diizinkan oleh syareat untuk dimusnahkan, dan alngkah bahayanya atas umat ini. Sesungguhnya Para Sahabat telah membakar seluruh mushaf yang menyelisihi mushaf Ustman tatkala mereka hawatir akan terjadi perselisihan dalam tubuh umat ini, maka bagaimana jika mereka melihat kitab kitab semacam ini yang menyebabkan perselisihan dan perpecahan pada umat ini. Maka kesimpulannya kitab kitab yang mengandung kedustaan, kebid’ahan, kesesatan, wajib untuk dimusnahkan, dari pada alat alat musik dan bejana bejana khomer. Karena bahayanya labih besar dari pada bahaya yang ada pada mushaf yang menyelisihi mushafnya Utsman.

More

Maktabah Syamilah di Linux

Alhamdulillah,sekarang kalo pake linux kita gak pake pusing lagi kalo mau instal maktabah syamilah, mikirin instal wine lah, inilah, itu lah biar maktabah syamilah bisa jalan di linux,dan akhirnya gak jadi deh make linux gara-gara puyeng install maktabah syamilah. Karena sekarang udah ada maktabah syamilah buat linux, namanya Maktabah Elkirtass, maktabah ini dibuat oleh teman kita Abu Zakaria dari Aljazair (Jazahullah khairan katsira)
Jadi, menurut ana Maktabah Elkirtas ini adalah “maktabah syamilah” yang paling bagus dan powerfull untuk versi linux. Di makktabah Elkirtas ini ada lebi dari 1900 buku-buku yang lagsung bisa di baca dan yang jelas gak pake repot .
Mengapa ana katakan Maktabah Elkirtass ini ini adalah “maktabah syamilah” yang paling bagus dan powerfull untuk versi linux? berikut beberapa kelebihannya dari hasil reserarch(yahahu ) yang ane lakukan  :

  • Adanya fasilitas newtab, memudahkan pengguna dalam mengakses kitab-kitab yang akan dibaca
  • Anda bisa mengubah warna-warna pada maktabah Elkirtass
  • Anda bisa langsung mencetak tanpa perlu copas ke text editor.
  • Anda juga misa mengubah font sesuka hati anda
  • Kemampuan menyimpan kitab-kitab ke format .odf, .pdf, dan .html
  • Lebih mudah dalam search engine kitab-kitab (berdasarkan kitab atau topik)
  • Anda bisa menghilangkan dan menimbulkan harakat pada kitab-kitab yang anda baca
  • Tampilan lebih nyaman dan enak dipandang
  • Anda bisa menambahkan kitab-kitab yang kurang
  • Bila ada kitab yang salah, anda dapat mengedit kitab tersebut
  • Anda juga bisa menghapus kitab yang ingin anda hapus
  • Bisa meimprort buku dari maktabah syamilah dengan format .bok atau .mdb

Dan masih banyak lagi kelebihan maktabah Elkirtas yang belum sempat ane tulis karena keterbatasan waktu.

Dimana donloadnya?
Bagi antum-antum yang gak sabar download maktabah Elkirtass, silahkan download versi terbaru (v2) di bawah ini :

elkirtasse-2.00-1.i586-mdv.rpm mandriva
elkirtasse-2.00-ubuntu-10.4.deb ubuntu
elkirtasse-2.00-1.i586-suse.rpm open suse
elkirtasse-2.00-1.i386.rpm FEDORA
elkirtasse-2.00-linux-qt4.6.bin

untuk meginstal Maktabah Elkirtass harus diinstal terlebih dahulu LIBQTGUI  dan LIBQTXML (alhamdulillah saya sendiri telah berhasil mengistal maktabah ini di sabily dan juga blankon sajadah,caranya setelah selesai didownload langsung copy paste ke home dan untuk file dengan fersi .deb bisa langsung diinstall dengan mendoble klik file tsb. untuk versi (3)klik disini

Trus, mana link kitab-kitabnya?

Oke, untuk link semua kitab-kitabnya anda bisa donload disini , atau anda ingin mendownload kitab per bagian-bagian saja bisa lewat sini.

Nah, setelah kitabnya udah di donload, langung ekstrak dan import ke direktori /.kirtasse/books atau bisa setelah diinstall maktabah Elkitass dilinux jalankan maktabahnya tambahkan kitabnya melalui ملف  pilih bagian penambahan kitabnya.

Atau mungkin anda tidak puas dengan kitab yang ada dan ingin menambah lagi perbendaharaan kitab, bisa anda download disini (terdapat lebuh dari 7000 kitab)

bagi anda yang tidak puas denga tulisan ane silahkan baca disini dan disini

Mungkin itu saja sekelumit info dari ane, terakhir ana mohon doa dari antum-antum semua agar diberikan Allah kemudahan untuk menyelesaikan full tutorial instalasi dan penggunaan maktabah elkirtasse di linux. Wallahu a’lam bishowab…

sumber : http://muslihzarth.wordpress.com/2010/10/31/maktabah-elkirtas-maktabah-syamilah-di-linux

Demontrasi Saat Umar Masuk Islam?

Al Kisah

Singkat cerita, Umar bin Khothob berkata:

”Saat Alloh memberiku hidayah untuk masuk islam, sayapun mengucapkan kalimat La Ilaha Illallohu, tidak ada seorangpun yang lebih saya cintai melebihi Rosululloh. Lalu saya bertanya kepada saudariku: Dimanakah Rosululloh berada ?.” Dia menjawab: Beliau berada di rumah Arqom bin Abil Arqom, dibukit Shofa.”

Sayapun berangkat ke sana, saat itu Hamzah sedang berada bersama para sahabat lainnya, sedang Rosululloh di ruang dalam rumah. Segera saya mengetuk pintu, para sahabat langsung berkumpul, Rosululloh segera keluar seraya bertanya: Kenapa kalian ? Mereka menjawab: “Ada Umar, wahai Rosululloh.” Rosululloh pun keluar dan langsung mencengkram kerah bajuku lalu melepasnya, tiba-tiba saya tidak bisa menguasai diriku dan langsung terduduk. Lalu Rosululloh bersabda: “Tidakkah engkau beriman wahai Umar ?”

Sayapun langsung berkata: Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak di sembah melainkan Alloh, tiada sekutu bagi Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rosul Nya.” orang-orang yang berada dirumah segera bertakbir dengan suara keras sampai terdengar di Masjidil harom.” Sayapun lalu berkata: Wahai Rosululloh, bukankah kita diatas kebenaran ? baik kita mati ataupun hidup ? Rosululloh menjawab: Ya, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan Nya, kalian berada diatas kebenaran baik kalian mati ataupun hidup.” Maka saya bertanya lagi: “Kalau begitu, kenapa kok sembunyi-sembunyi ? Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, engkau harus keluar.” Maka kami keluar dengan dua barisan, satu barisan di pimpin Hamzah dan yang satunya lagi saya pimpin sehingga kami mendatangi Masjid. Orang-orang Quraisy saat melihat saya dan Hamzah merasa mendapakan pukulan berat yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.”

Derajat Kisah Ini

Kisah ini sangat lemah sekali bahkan bisa jadi palsu.

Takhrij Kisah 1

Kisah ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’ 1/40 berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ahmad bin Hasan, berkata: “Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Utsman bin Abi Syaibah berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Sholih berkata: “Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Aban dari Ishaq bin Abdulloh dari Aban bin Sholih dari Mujahid dari Ibnu Abbas dari Umar bin Khothob.

Abu Nu’aim juga meriwayatkan kisah ini dalam Dala’ilun Nubuwwah no: 194 dengan sanad yang sama.

Sisi Kelemahan Kisah

Kisah ini lemah dari sisi sanad maupun matan, Adapun dari sisi sanad adalah karena terdapat seorang yang bernama Ishaq bin Abdulloh bin Abi Farwah.

  • Imam An Nasa’i berkata: Dia seorang yang matruk (orang yang ditinggalkan haditsnya)
  • Imam Bukhori berkata: Para ulama’ meninggalkannya
  • Imam Baihaqi berkata: Dia matruk
  • Imam Yahya bin Ma’in berkata: Dia pendusta
  • Imam Ibnu Hibban berkata: Dia membolak-balikkan sanad, memarfukkan hadits mursal, dan Imam Ahmad melarang meriwayatkan haditsnya.

Dan keterangan yang senada dengan ini datang dari para ulama’ lainnya (Lihat Tahdzibul Kamal Al Mizzi 2/57/362, Adh Dhu’afa’ wal Matrukin oleh An Nasa’i no: 50, Adh Dhu’afa’ Al Kabir oleh Al Bukhori no: 20, Adh Dhu’afa’ wal Matrukin oleh Al Baihaqi no: 94, Al Majruhin oleh Ibnu Hibban 1/131, Al Jarh wat Ta’dil oleh Ibnu Abi Hatim no: 792, Al Kamil oleh Ibnu Adi 1/326 dan lainnya)

Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz menjelaskan bahwa kisah ini lemah karena bersumber dari Ishaq bin Abdulloh bin Abi Farwah, sedangkan dia adalah rowi yang lemah dan tidak dapat dijadikan hujjah. Seandainya kisah ini shohih, maka harus difahami bahwa kejadian ini di awal masa Islam yakni sebelum sempurnanya syari’at. (Lihat Majmu’ Fatawa wal Maqolat 8/257)

Kelemahan Kisah dari Sisi Matan

Kisah ini bertentangan dengan beberapa riwayat shohih yang menceritakan tentang kisah masuk islamnya Umar, diantaranya:

Imam Bukhori dalam Shohih beliau no: 3865 pada bab: “Islamnya Umar bin Khothob” meriwayatkan dari Abdulloh bin Umar berkata:

“Tatkala Umar masuk islam, maka orang-orang berkumpul di rumahnya seraya berkata: “Umar telah keluar dari agama nenek moyangnya.” Mereka katakan itu sedang saat itu saya masih kecil yang sedang berada diatas loteng rumah. Tiba-tiba datanglah seseorang yang memakai kain sutra lalu berkata: “Apakah yang kalian katakan ini ? padahal saya adalah tetangganya.” Akhirnya orang-orang tersebut pun bubar. Saya bertanya: Siapa ia ? mereka menjawab: “Dia al Ash bin Wa’il.”

Imam Ibnu Katsir dalam Bidayah Wan Nihayah 3/81 meriwayatkan kisah masuk islamnya Umar, beliau berkata: Berkata Ibnu Ishaq:

Telah menceritakan kepadaku Nafi’ maula Ibnu Umar dari Ibnu Umar berkata: “Tatkala Umar masuk islam, maka beliau bertanya: Siapa orang Quraisy yang paling bisa untuk menyebarkan berita ? Ada yang menjawab: Dia Jamil bin Ma’mar al Jumahi.” Maka Umar pun berangkat kepadanya.” Sesampainya disana, maka Umar berkata: “Saya beritahukan kepadamu wahai Jamil, bahwa saya telah memeluk agama islam dan saya telah masuk dalam agamanya Muhammad.”

Segera Jamil berdiri menyeret bajunya ke Masjidil Harom, Umar pun mengikutinya dan saya juga ikut. Saat iu orang-orang Quraisy sedang berada di tempat berkumpul mereka, maka jamil berteriak sekerasnya: “Ketahuilah bahwa Umar bin Khothob telah murtad dari agama nenek moyang.” Maka dibelakangnya Umar berkata: “Dia berdusta, yang benar saya telah memeluk agama islam, saya bersaksi bahwa tiada Illah yang berhak disembah melankan Alloh dan Muhammad adalah utusan Nya.” Spontan orang-orang Qurasiy menyerangnya dan dia juga menyerang mereka, Mereka berhasil mengalahkan Umar. Saat itu tiba-tiba datanglah seorang lak-laki lalu berkata: Ada apa dengan kalian ? mereka menjawab: “Umar telah murtad dari agama nenek moyangnya.” Dia berkata: Berhentilah kalian, dia hanya memilih sesuatu untuk dirinya sendiri, lalu apa yang kalian inginkan ? apakah kalian menyangka bahwa bani ‘Adi (kabilahnya Umar-pent) akan membiarkan Umar untuk kalian ? bebaskan dia.”

Segera orang-orang Quraisy tersebut bubar dan membebaskannya.

More

Pelajaran Dari Perang Uhud

Kisah adalah salah satu media yang sangat penting dan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap orang yang mempelajarinya. Oleh karena itu Alloh Aza wa jalla   memerintahkan kepada Nabi Muhammad  Shalallohu ‘alaihi wasalam untuk menceritakan kisah-kisah yang bermanfaat kepada umatnya agar bisa di ambil ibroh\pelajaran darinya. Sebagaimana firman-Nya (artinya):

فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ [٧:١٧٦]

“……..Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir”.

(QS. Al-a’rof  [07]: 176).

Kemudian daripada itu, sebaik-baik kisah adalah kisah yang di sebutkan dalam al-Qur’an dan as-sunnah, sehingga orang yang mempelajari kisah-kisah tersebut, hatinya akan terterangi dengan cahaya iman, motivasi untuk beramal sholeh akan tergali, semangat untuk beribadah terpompa kembali. Oleh karena itu, pada edisi kali ini kami pusatkan pembahasan kita pada kisah perang uhud dan ibroh dari kisah tersebut.

SEKILAS KISAH PERANG UHUD

Sejak terjadinya perang badar, pihak Quraisy sudah tidak pernah tenang lagi. Apalagi tatkala kesatuan kaum muslimin yang di pimpin oleh  Zaid bin Haritsah telah berhasil mengambil perdagangan mereka ketika mereka hendak pergi ke Syam melalui jalan Irak. Hal ini mengingatkan mereka pada korban-korban badar dan semakin menambah besar keinginan mereka untuk membalas dendam. Bagaimana Quraisy akan dapat melupakan peristiwa itu, sedang mereka adalah bangsawan-bangsawan dan pemimpin-pemimpin makkah yang angkuh dan punya kedudukan terhormat ?. Bagaimana mereka akan dapat melupakan kejadian perang badar, yang mana mereka saat itu merasa terhinakan dan mereka menyimpan dendam kepada kaum muslimin. Demikianlah keadaannya sebelum terjadinya perang uhud. Tak lama kemudian kaum quroisy menggalang kekuatan besar untuk menyerang kaum muslimin. Bagi mereka, keberadaan kaum muslimin adalah duri yang harus disingkirkan. Apalagi saat itu kaum muslimin berada di kota madinah yang merupakan jalur perdagangan Makkah-Syam. Sehingga orang-orang quroisy merasa sesak dada melihat keberadaan mereka. Maka Abu Sufyan menggalang kekuatan 3.000 orang, termasuk 100 orang asal Thaqif. Sekitar 700 orang diantaranya mengenakan baju besi, dan mengerahkan 200 orang pasukan berkuda dan Sebanyak 3.000 unta mendukung serangan itu. Semua itu di kerahkan untuk menyerbu kaum muslimin yang ada di kota madinah. Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam dan masyarakat muslim tak tahu rencana itu. Sampai kemudian Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam menerima surat dari pamannya yang masih kafir, Abbas bin Abdul Muthalib, yang membocorkan rencana tersebut. Orang dari Ghifar yang menjadi kurir (utusan) Abbas menemui Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam di masjid quba’. Ubay bin Ka’ab diminta Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam untuk membacakan surat itu. Kemudian Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam memerintahkan Anas dan Mu’nits anak Fudhola untuk menyelidiki keadaan orang-orang quroisy, lalu keduanya melaporkan bahwa musuh telah berada di sekitar gunung uhud. Setelah itu kaum muslimin mengadakan musyawarah. Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam cenderung untuk bertahan di kota madinah. Demikian pula para orang-orang tua asli madinah, apalagi orang-orang Yahudi yang di ketuai oleh Abdulloh bin Ubay. Namun para anak muda terutama yang tidak ikut perang badar mendesak agar mereka menyongsong musuh dengan berperang di luar kota madinah. Suara terbanyak menghendaki itu. Rosul pun mengalah dengan pendapat tersebut.

BERANGKAT  PERANG

Hari itu hari Jum’at. Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam mengimami sholat Jum’at, kemudian kembali ke kamarnya. Abu Bakar dan Umar  Radhiallohu ‘anhu menyusul masuk, membantu Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam mengenakan sorban dan baju besinya. Ia memimpin sendiri pasukannya yang berkekuatan 700-an orang yang asalnya 1000 orang kemudian yang 300 orang kembali ke madinah. Mereka segera menuju bukit Uhud. Sebanyak 50 orang ditugasi Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam untuk menjadi pemanah. Mereka harus menempati posisi di lereng bukit, tanpa boleh pergi, kecuali diperintahkan oleh Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam. Ketika sampai di Syaikhon  Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam berhenti. Dilihatnya di tempat itu ada sepasukan tentara yang identitasnya belum dikenal. Ketika ditanyakan, kemudian diperoleh keterangan, bahwa mereka itu orang-orang Yahudi sekutu Abdullah bin Ubay. Lalu kata Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam: ” Jangan minta pertolongan orang-orang musyrik dalam melawan orang musyrik, sebelum mereka masuk Islam.”

Kedua belah pihak sudah siap bertempur. Masing-masing sudah mengerahkan pasukannya. Perangpun lalu pecah. Di saat kaum muslimin mendekati titik kemenangan, sampai-sampai kaum muslimin saat itu mengejar musuh hingga mereka meletakkan senjata dimana saja. Akan tetapi kaum muslimin tidak pikir panjang mulai memperebutkan rampasan perang. Alangkah banyaknya jumlah rampasan perang itu! Hal ini membuat mereka lupa mengikuti terus jejak musuh, karena sudah mengharapkan kekayaan duniawi. Mereka ini ternyata dilihat oleh pasukan pemanah yang oleh Rosul Shalallohu ‘alaihi wasalam diminta jangan meninggalkan tempat di gunung itu, sekalipun mereka melihat kawan-kawannya diserang. Dengan tak dapat menahan air liur melihat rampasan perang itu, akhirnya mereka ikut-ikutan memperebutkan harta ghonimah, tidak menghiraukan pesan Rosululloh Shalallohu ‘alaihi wasalam dan melanggar perintah beliau yang telah di sampaikan  untuk tetap di atas gunung bagaimanapun keadaannya. Di saat kaum muslimin sibuk memperebutkan harta ghonimah. Pada waktu itulah Kholid bin Walid (sebelum masuk islam, red) sebagai komandan utama mengambil kesempatan ini dengan mengerahkan pasukannya ke tempat yang semula dikuasai oleh pasukan pemanah kaum muslimin tersebut. Tindakan ini tidak disadari oleh pihak Muslimin. Tiba-tiba Kholid bin Walid berseru sekuat-kuatnya, dan sekaligus pihak Quroisy pun mengerti, bahwa ia telah mampu membalikkan anak buahnya ke belakang tentara Muslimin. Mereka yang tadinya sudah terpukul mundur sekarang kembali lagi maju dan mendera pasukan kaum Muslimin dengan pukulan maut yang hebat sekali. Di sinilah giliran bencana itu berbalik. Setiap Muslim telah melemparkan kembali hasil renggutan yang sudah ada di tangan itu, dan kembali pula mereka mencabut pedang hendak bertempur lagi. Tetapi sayang, sayang sekali! Barisan sudah centang-perenang, persatuan sudah pecah-belah, pahlawan-pahlawan teladan dari kalangan Muslimin telah dihantam oleh pihak Quroisy. Mereka yang tadinya berjuang dengan perintah Alloh Aza wa jalla hendak mempertahankan iman, sekarang berjuang hendak menyelamatkan diri dari cengkraman maut, dari lembah kehinaan. Hingga akhirnya kaum muslimin mendapat kekalahan.” ( Di ringkas dari kitab Fathu bari: 7/431-435 dan Siroh Nabawiyah Oleh Ibnu Hisyam: 23-92 ).

More

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.